Teropong Indoenesia, KOTA BANDUNG – Kota Bandung kembali menunjukkan perannya sebagai salah satu pusat pembinaan olahraga nasional. Sebanyak 1.700 atlet dari 18 provinsi ambil bagian dalam Seri IV Kejuaraan Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) yang berlangsung selama tiga hari di GOR Bandung Arena.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, kepercayaan menjadi tuan rumah ajang nasional tersebut mencerminkan komitmen Kota Bandung dalam membangun ekosistem olahraga, mulai dari pembinaan usia dini hingga melahirkan atlet berprestasi di tingkat internasional.
“Alhamdulillah, Kota Bandung selama tiga hari menjadi tuan rumah seri keempat kejuaraan taekwondo. Ini menunjukkan komitmen Kota Bandung untuk terus menjadi tempat pengembangan berbagai cabang olahraga,” kata Farhan, Senin (6/7/2026).
Farhan menilai, pembangunan olahraga harus dilakukan secara berkesinambungan, mulai dari membudayakan olahraga di tengah masyarakat hingga mencetak atlet yang mampu mengharumkan nama Indonesia di ajang dunia.
Menurutnya, hasil pembinaan tersebut mulai terlihat. Dari empat atlet taekwondo nasional yang saat ini menjalani pemusatan latihan sebagai persiapan menuju Olimpiade, dua di antaranya merupakan atlet asal Kota Bandung, yakni Arjuna dan Meka.
“Olahraga itu dari hulu sampai hilir. Hulunya adalah pembudayaan dan pemasyarakatan olahraga, sedangkan hilirnya adalah prestasi kelas dunia. Alhamdulillah, dua atlet pelatnas persiapan Olimpiade berasal dari Kota Bandung,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum PBTI Mayjen TNI Amrin Ibrahim mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Bandung dalam menyukseskan penyelenggaraan kejuaraan nasional tersebut.
Ia mengungkapkan, dari lima seri kejuaraan PBTI yang digelar sepanjang tahun ini, Seri IV di Kota Bandung menjadi yang terbesar dengan jumlah peserta mencapai sekitar 1.700 atlet dari 18 provinsi.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Wali Kota yang telah menyiapkan tempat dan fasilitas. Antusiasme peserta di Bandung luar biasa, mencapai sekitar 1.700 atlet dari 18 provinsi. Ini merupakan jumlah peserta terbanyak dibanding seri-seri sebelumnya,” kata Amrin.
Kejuaraan tersebut juga diikuti 18 atlet para taekwondo yang berasal dari enam provinsi. Menurut Amrin, tingginya jumlah peserta menjadi indikator positif berkembangnya olahraga taekwondo di Indonesia.
Ia turut mengapresiasi kontribusi Kota Bandung dalam menyumbangkan atlet ke tim nasional.
“Selama ini Jawa Barat memang menjadi lumbung atlet untuk Indonesia. Tapi Bandung luar biasa karena mampu menyumbang dua atlet untuk pelatnas. Mudah-mudahan ke depan semakin banyak atlet Kota Bandung yang berprestasi di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.
Di sisi lain, Komite Pertandingan PBTI Charles Christofers menjelaskan kejuaraan mempertandingkan empat kategori, yakni pra-kadet, kadet, junior, dan senior.
Khusus kategori senior, kejuaraan menjadi bagian dari proses seleksi atlet menuju pemusatan latihan nasional dengan memperebutkan delapan medali emas.
“Kompetisi berlangsung sangat ketat. Sejak kategori kadet para atlet sudah menunjukkan persaingan yang sengit. Hingga kategori senior nanti, persaingan diprediksi masih berlangsung ketat, terutama antara Kota Bandung dan Jawa Tengah,” kata Charles.
Kontingen Kota Bandung tercatat sebagai peserta dengan jumlah atlet terbanyak, mulai dari kategori pra-kadet hingga senior. Besarnya partisipasi tersebut diharapkan menjadi modal bagi Kota Bandung untuk terus melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. (Gani Abdul Rahman)





