Ragam  

Sinergi Pemkot Cimahi dan TNI Jawab Ancaman Kekeringan, Program TNI Manunggal Air Dimulai Dari Cipageran

Teropong Indonesia, KOTA CIMAHI – Persoalan air bersih yang setiap tahun menghantui sebagian warga Kota Cimahi mulai mendapat jawaban nyata.

Pemerintah Kota Cimahi bersama Kodim 0609/Cimahi resmi memulai Program TNI Manunggal Air melalui pembangunan sumur bor di sejumlah wilayah yang rawan mengalami kekeringan saat musim kemarau.

Peluncuran program berlangsung di Kelurahan Cipageran, Minggu (28/6/2026), sebagai titik awal pembangunan delapan sumur bor yang nantinya akan melayani kebutuhan masyarakat di berbagai kawasan Kota Cimahi.

Program tersebut menjadi wujud kolaborasi antara pemerintah daerah dan TNI Angkatan Darat dalam memperkuat ketahanan air sekaligus memastikan masyarakat memperoleh akses air bersih secara berkelanjutan.

Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, mengatakan kehadiran Program TNI Manunggal Air merupakan bentuk kepedulian nyata TNI terhadap kebutuhan dasar masyarakat.

Ia mengungkapkan rasa syukur karena Kota Cimahi menjadi salah satu daerah yang dipercaya menerima program tersebut.

“Kami sangat bersyukur masyarakat Kota Cimahi mendapat program ini. Semoga saat kemarau panjang nanti, khususnya warga yang berada di wilayah atas, tidak mengalami kekurangan air,” kata Ngatiyana.

Setiap sumur dirancang memiliki kedalaman sekitar 150 meter agar mampu memperoleh sumber air tanah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan warga dalam jangka panjang.

Tahap pertama pembangunan difokuskan di Kelurahan Cipageran dan Kelurahan Citeureup, dua wilayah yang selama ini menjadi kawasan dengan tingkat kerawanan air bersih cukup tinggi ketika musim kemarau datang.

Menurut Ngatiyana, keberadaan sumur bor bukan sekadar pembangunan infrastruktur, tetapi juga investasi jangka panjang dalam menjaga ketahanan air Kota Cimahi.

Ia berharap cakupan Program TNI Manunggal Air dapat diperluas ke wilayah lain sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya.

“Saat ini program dilaksanakan di Kelurahan Cipageran dan Citeureup. Ke depan, mudah-mudahan dapat menjangkau wilayah lain yang juga membutuhkan,” ujarnya.

Ngatiyana juga memberikan apresiasi kepada Kepala Staf Angkatan Darat, jajaran TNI AD, serta Dandim 0609/Cimahi yang telah menginisiasi pelaksanaan program tersebut.

Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam menghadirkan solusi terhadap persoalan masyarakat, terutama kebutuhan akan air bersih yang menjadi salah satu layanan dasar.

“Pengeboran sumur bor hari ini dapat dimulai berkat inisiasi Dandim 0609/Cimahi. Semoga seluruh proses berjalan aman, lancar, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” tutupnya.

Dengan dimulainya pembangunan delapan titik sumur bor tersebut, Pemerintah Kota Cimahi berharap ancaman kekeringan yang selama ini menjadi persoalan tahunan dapat ditekan, sekaligus memperkuat pelayanan dasar kepada masyarakat melalui sinergi berkelanjutan antara pemerintah daerah dan TNI. (Gani Abdul Rahman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *