TEROPONG INDONESIA – Kebutuhan tenaga profesional di bidang pertanahan, tata ruang, dan pengelolaan data spasial terus meningkat seiring dengan percepatan pembangunan nasional. Politeknik Agraria STPN hadir menjawab kebutuhan tersebut dengan menyelenggarakan pendidikan yang terstruktur dan berorientasi pada kompetensi kerja.
Keempat program studi yang ditawarkan dirancang agar lulusannya siap terjun langsung ke dunia kerja. Prodi SPIP membekali kemampuan teknis pemetaan dan pengukuran yang diperlukan untuk pengelolaan lahan dan pembangunan infrastruktur. Sementara itu, prodi MPRP dan KMPT menyiapkan tenaga ahli yang mampu merencanakan ruang serta mengelola administrasi pertanahan secara modern dan transparan.
Prodi Pertanahan menjadi pilihan bagi yang ingin memahami aspek hukum dan sosial pertanahan secara menyeluruh, sangat dibutuhkan dalam penyelesaian sengketa dan pengadaan tanah. Beragamnya pilihan ini memungkinkan calon mahasiswa menyesuaikan dengan minat dan latar belakang pendidikan sebelumnya.
Untuk tahun ajaran baru, STPN membuka kesempatan seluas-luasnya. Sebanyak 260 kursi tersedia untuk jalur umum, 60 untuk tugas belajar, dan 30 untuk kerja sama pemerintah daerah. Bagi yang ingin mendaftar, waktu pendaftaran masih tersedia sampai 18 Juni 2026.
“Dengan memilih jalur studi yang tepat, mahasiswa tidak hanya mendapatkan ilmu, tetapi juga prospek karier yang jelas dan berkontribusi langsung bagi pelayanan pertanahan di Indonesia,” ujar narasumber dari lingkungan kampus.





