KAB BANDUNG BARAT — Di tengah persoalan sampah yang semakin kompleks, gerakan kecil dari tingkat RW menjadi sinyal bahwa perubahan bisa dimulai dari lingkungan paling dekat yakni rumah dan kesadaran warga sendiri.
Yayasan Desembilan Nusantara Sentosa memulai langkah sederhana namun penuh makna dengan menyalurkan keranjang sampah kepada warga Randukurung RW 9, Desa Tanimulya, Kecamatan Ngamprah, Minggu (24/5/2026).
Program tersebut tidak sekadar membagikan wadah sampah, tetapi juga menjadi upaya membangun budaya memilah sampah langsung dari lingkungan rumah tangga. Keranjang yang dibagikan diperuntukkan bagi pemisahan sampah plastik dan sampah organik.
Ketua Yayasan Desembilan Nusantara Sentosa, Hendri Agustina, mengatakan kondisi darurat sampah di TPA Sarimukti menjadi alasan utama pihaknya menggulirkan program tersebut.
“Hal ini dilakukan mengingat TPA Sarimukti sudah darurat sampah, maka kami membuat program untuk membantu masyarakat dengan membuat keranjang sampah untuk sampah plastik dan sampah organik dan disalurkan ke warga,” ujarnya di sela kegiatan.
Menurut Hendri, persoalan sampah tidak mungkin diselesaikan hanya oleh satu pihak. Karena itu, yayasan berharap program tersebut mendapat dukungan luas, baik dari pemerintah maupun masyarakat.
“Kami berharap mudah-mudahan ini mendapat support dari pemerintah ataupun nanti ada dukungan dari warga sendiri karena memang kami tidak bisa berjalan sendiri untuk menyelesaikan persoalan sampah ini,” katanya.
Ia menambahkan, penyaluran keranjang sampah di Desa Tanimulya menjadi kegiatan perdana dari program yang lebih besar. Yayasan menargetkan akan memproduksi dan menyalurkan sebanyak 999 keranjang sampah ke berbagai wilayah di Kabupaten Bandung Barat.
“Kegiatan hari ini merupakan yang perdana. Ke depan kami berencana membuat 999 keranjang sampah yang akan tersebar di seluruh Kabupaten Bandung Barat,” tutur Hendri.
Gerakan tersebut mendapat apresiasi dari Camat Ngamprah, Harri Mustika. Ia menilai penanganan sampah akan efektif apabila masyarakat mulai memiliki kesadaran untuk memilah sampah sejak dari rumah.
“Bisa disebut berhasil ketika masyarakat sudah mulai memilah sampah. Karena sampah saat ini sudah sangat luar biasa maka harus dimulai dari kesadaran masyarakat itu sendiri,” ungkapnya.
Harri juga menyatakan dukungan penuh pemerintah kecamatan terhadap program sosial berbasis lingkungan tersebut.
“Mewakili pemerintahan kami mendukung dan mensupport program yayasan yaitu membuat keranjang sampah ini yang akan terus berjalan dengan target yang luar biasa,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Tanimulya, Omin Efendi, berharap bantuan keranjang sampah itu dapat menjadi pemicu tumbuhnya inisiatif serupa di tengah masyarakat.
“Mudah-mudahan ini menjadi satu motivasi untuk masyarakat untuk bisa membuat seperti ini,” pungkasnya.
Perdana, Yayasan Desembilan Nusantara Sentosa Salurkan Keranjang Sampah Ke Warga RW 9 Tanimulya





