TEROPONG INDONESIA- Karawang-, SMK Bhinneka Karawang adalah institusi pendidikan kejuruan yang berdedikasi pada pengembangan karakter dan kompetensi siswa di bidang bisnis dan teknologi, guna menciptakan lulusan yang kompetitif dan memiliki jiwa wirausaha.
Pelaksanaan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) Pemasaran di SMK Bhinneka Karawang pada 20-21 April 2026 menjadi momentum krusial bagi penguatan sinergi antara dunia pendidikan dan asosiasi profesi. Tahun ini, Asosiasi Komunitas Profesi Sales Indonesia (KOMISI) hadir tidak hanya sebagai penguji, melainkan sebagai mitra strategis dalam memastikan kompetensi siswa kelas XII konsentrasi Bisnis Digital telah melampaui standar kurikulum nasional dan siap bersaing di pasar kerja global.
KOMISI yang menjadi wadah bagi para praktisi, pemerhati, dan akademisi di bidang sales dan pemasaran di Indonesia. Sebagai asosiasi profesi, KOMISI berperan aktif dalam standardisasi kompetensi sales nasional dan menjembatani kebutuhan tenaga kerja profesional antara dunia usaha dan dunia pendidikan (Vokasi).
Keterlibatan KOMISI dalam UKK ini dipimpin langsung oleh Ahmad Madani, yang menjabat sebagai Sekretaris Jenderal KOMISI sekaligus juri nasional LKS (Lomba Kompetensi Siswa) Bidang Digital Marketing. Kehadiran beliau membawa atmosfer kompetisi tingkat nasional ke dalam ruang ujian sekolah, memberikan validasi nyata atas kesiapan talenta muda Karawang di bidang ekonomi digital.
Integrasi Standar Profesi KOMISI dalam Uji Kompetensi
Dalam pelaksanaan UKK ini, KOMISI menitikberatkan penilaian pada tiga kompetensi fundamental yang menjadi kurikulum utama bagi praktisi sales dan marketing modern:
Strategi Bisnis Holistik (Business Model Canvas): Memastikan siswa memahami ekosistem bisnis, bukan sekadar teori pemasaran.
Creative Digital Asset: Penilaian ketat terhadap kualitas konten gambar dan video yang mampu melakukan persuasi visual secara efektif.
Social Commerce (Live Streaming Selling): Kompetensi tertinggi dalam penjualan digital saat ini, di mana siswa diuji kemampuan interaksi real-time, penguasaan produk, dan teknik closing di depan kamera.
Wini Setiawati, S.Pd., selaku Ketua Program Jurusan Pemasaran Konsentrasi Bisnis Digital SMK Bhinneka Karawang, menekankan pentingnya pengawasan dari asosiasi seperti KOMISI.
“Kehadiran penguji dari KOMISI memberikan standar yang jelas bagi kami. Persiapan siswa yang telah membangun akun TikTok pemasaran selama berbulan-bulan dan bimbingan teknis (Bimtek) intensif selama Ramadhan benar-benar diuji kualitasnya dengan standar industri yang dibawa oleh Bapak Ahmad Madani,” ujar Wini.
Visi Kepemimpinan Sekolah untuk Link and Match
Kepala SMK Bhinneka Karawang, Ari Ambarwati, S.S., menyatakan bahwa kolaborasi dengan KOMISI adalah langkah strategis sekolah untuk menjawab tantangan gap antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri. Dukungan teknis dan manajerial dari Nelly Rachmawati, S.Pd selaku Wakil Kepala Sekolah, memastikan standar kompetensi yang diterapkan tetap selaras dengan visi sekolah untuk mencetak lulusan unggul.
Pesan dari Asosiasi: Mencetak Sales Champion
Selaku Sekretaris Jenderal KOMISI, Ahmad Madani memberikan perspektif mendalam mengenai peran asosiasi dalam pendidikan vokasi.
“Di KOMISI, kami memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan lulusan SMK memiliki ‘daya jual’ yang tinggi. Apa yang ditunjukkan oleh siswa SMK Bhinneka Karawang dalam simulasi Live Streaming Selling dan pengelolaan konten digital memberikan optimisme besar. Mereka bukan lagi calon tenaga kerja, melainkan praktisi digital marketing muda yang sudah memiliki portfolio aset digital yang nyata,” tegas Ahmad Madani.
Pelaksanaan UKK ini menjadi bukti bahwa keterlibatan aktif asosiasi profesi seperti KOMISI mampu meningkatkan kepercayaan diri siswa dan menjamin kualitas lulusan pendidikan vokasi di Indonesia agar tetap relevan dengan kebutuhan industri 4.0.





