Ragam  

Raden Koesoemo Hutaripto Sambut Positif Pengalihan Rp12,6 Miliar, Targetkan Jalan di Kota Sukabumi Lebih Mantap

Teropong Indonesia, KOTA SUKABUMI – Anggota DPRD Kota Sukabumi Komisi II, Raden Koesoemo Hutaripto, menyoroti rencana pembangunan jembatan senilai Rp. 12,6 miliar yang masuk dalam proyek strategis daerah. Ia mengingatkan Pemerintah Kota Sukabumi agar tetap memprioritaskan perbaikan infrastruktur dasar, khususnya jalan dan drainase.

Hal tersebut disampaikan usai rapat kerja bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Sukabumi.

Dalam rapat tersebut, pihaknya mempertanyakan urgensi pembangunan jembatan dengan nilai anggaran yang cukup besar, di tengah masih banyaknya kondisi jalan rusak di sejumlah wilayah kota.

“Jangan sampai kita fokus pada proyek besar, sementara jalan-jalan yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat justru terabaikan. Ini bisa berdampak pada turunnya tingkat kemantapan jalan di Kota Sukabumi,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, saat ini tingkat kemantapan jalan dikhawatirkan berada di bawah angka ideal, yakni 80 persen.

Kondisi tersebut dinilai perlu menjadi perhatian serius, mengingat infrastruktur jalan merupakan kebutuhan utama masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur harus mengedepankan kenyamanan dan kebermanfaatan langsung bagi warga.

Ia mengingatkan agar pemerintah tidak terjebak pada proyek-proyek bersifat “mercusuar” yang kurang menyentuh kebutuhan dasar.

“Kita ingin infrastruktur kota ini benar-benar mantap dan nyaman digunakan. Jalan, drainase, dan jembatan itu harus seimbang penanganannya,” tegasnya.

Raden juga menyambut positif adanya wacana pengalihan anggaran dari proyek jembatan tersebut. Ia berharap anggaran tersebut dapat dialokasikan untuk peningkatan kualitas jalan, bukan sekadar penambalan sementara.

“Harapannya bukan hanya tambal sulam, tapi bagaimana jalan-jalan ini bisa dilapis ulang sehingga lebih kuat dan tahan lama,” katanya.

Terkait mekanisme pengalihan anggaran, ia mengaku masih menunggu kejelasan, apakah dapat dilakukan melalui pergeseran di anggaran murni, perubahan, atau skema lainnya. Namun demikian, ia menekankan pentingnya kebijakan yang bijak dari pemerintah daerah dalam menentukan prioritas anggaran.

“Harapan kami, di bawah kepemimpinan Wali Kota Ayep Zaki bisa bijak dalam mengalokasikan anggaran, terutama untuk infrastruktur yang benar-benar dibutuhkan masyarakat,” pungkasnya. (fal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *