Teropong Indonesia, KOTA CIMAHI – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Cimahi tidak hanya fokus pada layanan kesehatan bagi para pemudik, tetapi juga memperkuat peran kemanusiaannya melalui layanan Restore Family Link (RFL). Program ini terbukti krusial dalam membantu individu yang terpisah dari keluarga maupun mereka yang kehilangan arah saat berada di perjalanan.
Penanggung jawab sekaligus sopir ambulans PMI Kota Cimahi, Lucky Isham, menegaskan bahwa RFL merupakan layanan pemulihan hubungan keluarga yang selama ini identik dengan penanganan bencana, namun kini juga diterapkan dalam situasi arus mudik.
“RFL ini membantu memulihkan hubungan keluarga. Misalnya ada anak kecil menangis di posko karena terpisah dari orang tuanya, kami bantu telusuri dan mempertemukannya kembali,” ujar Lucky, Kamis (26/3/2026).
Ia mengungkapkan, dalam praktiknya PMI Cimahi tidak hanya menangani kasus anak terpisah, tetapi juga individu dewasa yang mengalami kebingungan saat berada di kota tujuan. Salah satu kasus yang ditangani adalah seorang perempuan asal Padang Pariaman yang tidak mengetahui harus ke mana setelah tiba di Cimahi.
Dalam kasus tersebut, PMI mengambil langkah cepat dengan mengarahkan yang bersangkutan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres setempat untuk mendapatkan surat keterangan resmi. Dokumen itu menjadi bekal penting agar yang bersangkutan dapat melanjutkan perjalanan pulang dengan aman.
“Kami pastikan juga apakah yang bersangkutan sudah kembali terhubung dengan keluarganya atau belum. Jadi tidak dilepas begitu saja,” tegasnya.
Lebih jauh, Lucky menjelaskan bahwa mekanisme RFL melibatkan koordinasi lintas daerah antar-cabang PMI. Dalam situasi bencana, misalnya, korban yang merupakan perantau akan didata secara rinci, mulai dari identitas pribadi hingga informasi keluarga.
Data tersebut kemudian dicocokkan dengan laporan pencarian dari keluarga melalui formulir “Saya Mencari” yang dihimpun PMI di wilayah lain. Proses verifikasi ini memastikan bahwa pihak yang dipertemukan benar-benar memiliki hubungan keluarga.
“Setelah data cocok dan terverifikasi, barulah hubungan keluarga dipulihkan. Ini proses yang sistematis dan tidak sembarangan,” jelas Lucky.
Dalam momentum mudik kali ini, PMI Cimahi mencatat setidaknya dua kasus yang berhasil ditangani melalui layanan RFL. Selain mempertemukan anak dengan orang tuanya, PMI juga membantu seorang individu yang datang untuk bekerja namun kehilangan kontak dengan pihak yang menjanjikan pekerjaan.
“Kondisi seperti ini membuat yang bersangkutan kebingungan. Di sinilah RFL hadir sebagai solusi kemanusiaan,” pungkasnya.
Dengan pendekatan yang lebih terstruktur dan respons cepat, PMI Kota Cimahi menegaskan komitmennya tidak hanya menjaga kesehatan pemudik, tetapi juga memastikan tidak ada individu yang kehilangan koneksi dengan keluarganya di tengah perjalanan. (Gani Abdul Rahman)





