Teropong Indonesia, KOTA CIMAHI – Pemerintah Kota Cimahi resmi meluncurkan penyaluran Bantuan Pangan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) untuk alokasi bulan Februari dan Maret 2026.
Acara peluncuran ini dipusatkan di Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, pada Kamis (9/3/2026).
Penyaluran bantuan ini merupakan langkah konkret pemerintah dalam menjaga ketersediaan pangan pokok bagi masyarakat, khususnya kelompok yang tergolong rawan pangan.
Dalam sambutannya, Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menegaskan bahwa pemerintah memiliki peran krusial dalam menyediakan cadangan pangan untuk mengantisipasi krisis maupun kerawanan pangan di tengah masyarakat.
“Penyaluran ini bertujuan menyediakan komoditas beras dan minyak goreng sebagai cadangan pemerintah. Kami ingin memastikan kebutuhan pokok masyarakat yang mengalami kesulitan pangan dapat terpenuhi dengan baik,” ujar Ngatiyana.
Ia menambahkan bahwa program ini merupakan instruksi langsung dari Presiden RI melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas), yang kemudian ditindaklanjuti oleh Perum Bulog untuk mendistribusikan cadangan pangan tersebut secara tepat sasaran.
Total bantuan yang disalurkan dalam periode ini mencapai angka yang signifikan guna mencakup kebutuhan warga di seluruh Kota Cimahi. Berikut adalah rincian penyalurannya:
* Total Komoditas : 827.740 kg beras dan 165.548 liter minyak goreng.
* Sasaran Penerima : 41.387 Penerima Bantuan Pangan (PBP).
* Jatah per Penerima : Setiap PBP mendapatkan 10 kg beras kualitas medium dan 2 liter minyak goreng (MinyakKita) per bulan.
* Periode : Alokasi rapel untuk dua bulan (Februari dan Maret 2026).
Selain membantu masyarakat secara langsung, Ngatiyana menekankan bahwa program ini memiliki dampak ekonomi yang lebih luas bagi stabilitas daerah.
“Kegiatan ini diharapkan dapat mengurangi beban pengeluaran rumah tangga, mengatasi kerawanan pangan, serta melindungi produsen dan konsumen. Yang tidak kalah penting, ini adalah instrumen kita untuk mengendalikan dampak inflasi di Kota Cimahi,” tegasnya.
Kesuksesan penyaluran ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah. Ngatiyana mengapresiasi dukungan dari Badan Pangan Nasional, DKPP Provinsi Jawa Barat, Perum Bulog, PT Jasa Prima Logistik, serta dinas-dinas terkait.
“Kami berharap peluncuran penyaluran CPP ini benar-benar menjawab harapan masyarakat akan pemenuhan kebutuhan pokok yang terjangkau dan berkualitas,” tutup Ngatiyana. (Gani Abdul Rahman)





