Kampung Melon Sukajaya Jadi Ikon Agrowisata Baru Sukabumi,

Teropong Indonesia, KAB. SUKABUMI – Desa Sukajaya, Kecamatan Sukabumi, Kabupaten Sukabumi terus menunjukkan inovasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satu terobosan yang kini menarik perhatian publik adalah hadirnya Kampung Melon Sukajaya, destinasi agrowisata edukatif berbasis pertanian yang memadukan wisata, edukasi, dan pemberdayaan ekonomi lokal.

Kampung Melon ini dikelola langsung oleh Muhamad Halid, alumnus Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI), yang juga bertindak sebagai owner dan pengelola.

Berkat tangan dinginnya, kawasan tersebut berhasil mengembangkan 11 varian melon unggulan dengan bibit yang berasal dari berbagai negara, seperti China, Taiwan, hingga Korea.

“Kami punya 11 varian melon yang bisa dinikmati pengunjung,” ujar Halid.

Tak hanya sekadar membeli buah, pengunjung juga ditawarkan pengalaman unik berupa memetik melon langsung dari kebun. Menariknya, Kampung Melon Sukajaya tidak memungut tiket masuk, pengunjung cukup membayar melon yang dibeli dengan harga Rp30 ribu per kilogram.

“Pengunjung cukup datang saja. Tidak ada biaya masuk, tinggal memetik dan membeli melon langsung dari kebun,” jelasnya.

Lebih dari sekadar wisata petik buah, Kampung Melon Sukajaya mengusung konsep eduwisata pertanian. Pengunjung dapat belajar mengenali berbagai jenis melon, memahami proses budidaya, hingga mengetahui karakter dan habitat tanaman melon secara langsung di lapangan.

“Konsep kami memang edukasi. Kampung Melon bisa menjadi destinasi wisata keluarga, pelajar, hingga komunitas yang ingin belajar langsung dari alam,” ungkap Halid.

Kampung Melon Sukajaya merupakan hasil kolaborasi antara pengelola dan Pemerintah Desa Sukajaya, yang mulai dirintis sejak masa pandemi Covid-19. Program tersebut bertujuan mengoptimalkan potensi pertanian desa sekaligus mendorong kebangkitan ekonomi masyarakat.

Saat ini, Kampung Melon berdiri di atas lahan seluas sekitar 6 hektare, menjadikannya sangat potensial untuk dikembangkan sebagai kawasan agrowisata berkelanjutan.

“Awalnya ini bagian dari upaya meningkatkan ekonomi masyarakat saat pandemi. Alhamdulillah, kini berkembang menjadi kawasan melon seluas enam hektare,” tambahnya.

Ke depan, Halid berharap Kampung Melon Sukajaya terus tumbuh dan mampu menghadirkan suasana wisata yang nyaman, indah, dan bermanfaat, sekaligus menjadi kebanggaan daerah.

“Dengan konsep wisata, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat, Kampung Melon Sukajaya diharapkan bisa menjadi ikon agrowisata unggulan di Kabupaten Sukabumi,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *