Teropong Indonesia, KOTA ClMAHI – Wakil Wali Kota Adhitia Yudisthira menegaskan komitmen Pemerintah Kota Cimahi dalam memperkuat ekonomi lokal dengan mengajak aparatur sipil negara (ASN) membelanjakan penghasilannya di pasar tradisional.
Ajakan tersebut disampaikan saat kunjungannya ke Pasar Cimindi dalam kegiatan bertajuk Festival Pasar Hepi, Senin (16/2/2026).
Dalam kesempatan itu, Adhitia menekankan bahwa peran ASN sangat strategis dalam menjaga perputaran uang tetap berada di wilayah Kota Cimahi. Dengan mengarahkan belanja kebutuhan pokok dan rumah tangga ke pasar tradisional, pemerintah berharap roda perekonomian rakyat dapat bergerak lebih kuat dan berkelanjutan.
“Pemkot Cimahi menggalakkan para ASN membelanjakan gaji dan penghasilannya untuk membeli bahan pokok dan kebutuhan rumah tangga di pasar-pasar tradisional di Kota Cimahi,” ujar Adhitia Selasa, (17/02/2026).
Menurutnya, meningkatnya partisipasi ASN dalam berbelanja di pasar tradisional akan berdampak langsung pada omzet pedagang. Pasar yang ramai pembeli diyakini menjadi indikator hidupnya sektor perdagangan rakyat sekaligus fondasi pertumbuhan ekonomi daerah.
“Supaya pasar laku. Karena kalau pasar laku, insyaallah ekonomi maju,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya mengurangi kebiasaan berbelanja ke luar daerah yang berpotensi mengalirkan uang masyarakat keluar Kota Cimahi. Dengan memperkuat konsumsi di dalam kota, efek berganda ekonomi diyakini akan lebih terasa bagi pelaku usaha kecil dan menengah.
Adhitia menyampaikan bahwa respons ASN terhadap kebijakan tersebut cukup positif. Ia berharap langkah ini tidak hanya menjadi gerakan sesaat, melainkan budaya bersama dalam mendukung kemandirian ekonomi daerah.
“Semoga ini menjadi spirit untuk keluarga Kota Cimahi. Semua mengikuti, belanjalah di pasar tradisional. Karena kalau pasar laku, ekonomi insya Allah maju,” tandasnya.
Melalui gerakan ini, Pemkot Cimahi menegaskan keberpihakan pada penguatan ekonomi kerakyatan dengan menjadikan pasar tradisional sebagai pusat aktivitas ekonomi yang kembali hidup dan kompetitif di tengah tantangan modernisasi perdagangan. (Gani Abdul Rahman)





