Motor Terendam, Kulkas Hanyut : Warga Jalan Santa Jadi Korban Banjir Berulang

Teropong Indonesia, KOTA SUKABUMI – Hujan deras yang mengguyur Kota Sukabumi pada Rabu sore (3/12/2025) kembali menyebabkan banjir di kawasan Jalan Santa, Kota Sukabumi. Genangan air dengan ketinggian bervariasi itu membuat arus lalu lintas tersendat dan aktivitas warga terganggu. Kondisi ini dinilai bukan hal baru, mengingat wilayah tersebut kerap menjadi langganan banjir setiap musim hujan.

Berdasarkan pantauan di lapangan, air mulai menggenangi jalan sekitar pukul 16.30 WIB. Sejumlah kendaraan roda dua dan empat terpaksa melambat karena tingginya debit air yang menutupi badan jalan. Sebagian warga juga memilih mengevakuasi barang-barang elektronik dan perabotan rumah tangga untuk menghindari kerusakan.

Salah seorang warga, Panca, saat dihubungi melalui aplikasi WhatsApp mengungkapkan bahwa banjir di lokasi tersebut sudah terjadi berulang kali sejak beberapa tahun terakhir.

“Ini bukan yang pertama kali. Di sini sudah sering banjir, penyebabnya saluran air kecil dan banyak sampah yang menyumbat,” tuturnya.

Menurutnya, kondisi drainase yang tidak memadai menyebabkan air cepat meluap ketika hujan deras turun. Selain itu, kebiasaan sebagian warga yang membuang sampah sembarangan turut memperparah penyumbatan di saluran air.

Tidak hanya mengganggu aktivitas warga, Panca juga mengaku mengalami kerugian material akibat banjir kali ini. Motor listrik miliknya terendam air hingga tidak bisa dihidupkan, sementara lemari es, kompor, tabung gas 3 kilo gram, reskuker, sepatu di rumahnya hanyut terbawa arus.

“Kerugian saya lumayan besar. Motor listrik saya rusak, terus kulkas juga hanyut terbawa air,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kejadian semacam ini sangat meresahkan karena dapat terjadi tiba-tiba di luar kendali warga. Panca berharap pemerintah kota segera turun tangan melakukan penanganan serius, mulai dari perbaikan saluran air hingga upaya mitigasi banjir lainnya.

“Saya berharap ada penanganan serius, karena di sini bisa dibilang sudah langganan banjir. Jangan sampai warga terus dirugikan,” ujarnya. (rifal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *