Kolaborasi BSN dan DPMPTSP Jabar Dorong Produk Lokal Tembus Pasar Ekspor

Teropong Indonesia, BANDUNG – Badan Standardisasi Nasional (BSN) berkolaborasi dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Barat melaksanakan kegiatan “Standardisasi dan Akselerasi Wirausaha Berdampak (AKSARA)”, yang bertujuan memperkuat daya saing dan mutu produk pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) di Jawa Barat.

Bertempat di Kantor DPMPTSP Provinsi Jawa Barat, Jalan Windu No. 26, Bandung, kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Bulan Mutu Nasional 2025 yang menyoroti pentingnya standardisasi produk, proses, maupun jasa dalam meningkatkan kepercayaan pasar dan kesiapan ekspor.

Pada kesempatan tersebut, Direktur Penguatan Penerapan Standar dan Penilaian Kesesuaian (PPSPK) BSN, Nur Hidayati, S.Si., M.Si., menyerahkan Sertifikat Produk Penggunaan Tanda SNI (SPPT SNI) kepada enam UMKM binaan BSN dan DPMPTSP Jabar, Penyerahan sertifikat didampingi oleh Kepala DPMPTSP Provinsi Jawa Barat, Dr. H. Dedi Taufik Kurohman, M.Si.,.

Keenam UMKM penerima sertifikat tersebut antara lain:

1. Hj. Atikah – Produk Mukena (SNI 8856:2020)

2. Yati Rumiyati – Produk Kopi Sangrai dan Kopi Bubuk (SNI 8964:2021)

3. Poklahsar Nifari Food Mukmintamata – Produk Bakso Ikan Beku (SNI

7266:2023)

4. CV. Langgeng Cipta Inovasi – Produk Insinerator (SNI 8423:2017)

5. PT. Anugrah Mahkota Bumi – Produk Gula Aren (SNI ISO 9001:2015, SNI

6729:2016, HACCP atau SNI CXC 1:1969 Rev 2020)

6. CV. Seribusatu (1001) – Produk Nasi Liwet Instan dan Nasi Uduk Instan (SNI

CXC 1:1969 Rev 2020)

Direktur PPSPK BSN, Nur Hidayati, menjelaskan bahwa BSN terus berupaya memperluas pendampingan kepada UMKM agar mampu memenuhi standar nasional maupun internasional.

“Kalau kita bicara ekspor, berarti bicara persyaratan negara tujuan ekspor. BSN memfasilitasi pelaku usaha melalui sertifikasi, pengujian, serta pendampingan terhadap persyaratan teknis yang dibutuhkan. Kami juga memperbanyak Training of Trainer (ToT) untuk para pembina di daerah agar semakin banyak pendamping yang memahami SNI. Harapannya, semakin banyak UMKM yang paham standar, semakin besar peluang mereka menembus pasar nasional dan ekspor,” ujar Nur Hidayati, Kamis (30/10/2025).

Sementara itu, Kepala DPMPTSP Provinsi Jawa Barat, Dr. H. Dedi Taufik Kurohman, M.Si., menyampaikan bahwa kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya strategis pemerintah daerah untuk menciptakan iklim usaha yang berdaya saing dan berkelanjutan.

“Kami ingin agar UMKM di Jawa Barat tidak hanya tumbuh, tetapi juga naik kelas dengan standar mutu yang diakui. Standardisasi menjadi kunci agar produk lokal memiliki nilai tambah dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas, termasuk ekspor,” ujarnya.

Melalui kegiatan AKSARA, BSN dan DPMPTSP Jawa Barat menegaskan komitmen untuk memperkuat ekosistem wirausaha berbasis mutu dan standardisasi. Sebagai bentuk keberlanjutan, BSN juga menghadirkan Kantor Layanan Terpadu BSN Jawa Barat di Bandung untuk memberikan kemudahan dan keterjangkauan layanan standardisasi bagi masyarakat dan pelaku usaha di wilayah Jawa Barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *