Ketua Baznas Sumedang Apresiasi Komitmen Bupati Dony dalam Pengembangan Pesantren

Bupati Sumedang saat membahas program unggulan untuk pesantren di ajang Pesantren Award 2025 kategori Kepala Daerah

Pewarta : Steven Gervan

‎TEROPONG INDONESIA- Sumedang-, Ketua Baznas Kabupaten Sumedang, Ayi Subhan, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, yang berhasil memaparkan program unggulan untuk pesantren di ajang Pesantren Award 2025 kategori Kepala Daerah, Rabu (24/9/2025) di Hotel Leminor, Jakarta.

‎Sumedang sendiri sukses menembus tiga besar nasional bersama Kabupaten Bantaeng (Sulawesi Selatan) dan Kabupaten Kendal (Jawa Tengah). Dalam sesi wawancara, Bupati Dony menegaskan bahwa pesantren bukan sekadar lembaga pendidikan, tetapi juga mitra strategis pemerintah daerah dalam pembangunan.

‎“Pesantren adalah pusat peradaban yang mampu melahirkan masyarakat beriman, mandiri, dan berdaya saing. Apa yang dilakukan di Sumedang bukan sekadar program, tetapi bentuk pengabdian nyata dalam memperkuat peran pesantren,” ujar Bupati Dony.

‎Menurut Ayi Subhan, apa yang dilakukan Bupati Dony selaras dengan visi Baznas dalam menguatkan peran umat melalui pendidikan, ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat berbasis pesantren.

‎ “Kami di Baznas sangat mengapresiasi komitmen Pak Bupati. Empat program unggulan yang dipaparkan, mulai dari penguatan mutu pendidikan pesantren, pemberdayaan ekonomi umat, pembangunan infrastruktur pendidikan, hingga fasilitasi peningkatan kapasitas para kiai dan guru ngaji, benar-benar menyentuh kebutuhan riil di lapangan,” kata Ayi Subhan.

‎Ia menambahkan, dukungan Pemkab berupa insentif, bantuan perpustakaan, dan pembangunan ruang kelas baru menjadi bukti konkret bahwa pemerintah daerah hadir untuk pesantren, bukan hanya dalam bentuk wacana.

‎ “Pesantren adalah pilar penting yang menjaga keimanan, akhlak, dan ketertiban masyarakat. Apa yang dilakukan Pak Bupati merupakan ikhtiar besar untuk meneguhkan Sumedang sebagai daerah yang religius sekaligus berdaya saing. Baznas siap bersinergi dalam upaya mulia ini,” imbuhnya.

‎Sementara itu, Ketua Dewan Juri Pesantren Award 2025, Alissa Wahid, menegaskan bahwa penilaian dilakukan secara objektif dan komprehensif, meliputi aspek kepemimpinan, inovasi, dampak sosial, hingga kontribusi nyata terhadap pemberdayaan masyarakat.

‎Pemenang kategori Kepala Daerah akan diumumkan bertepatan dengan peringatan Hari Santri, 22 Oktober 2025 mendatang di Jakarta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *