Teropong Indonesia, KOTA BANDUNG – Suasana hangat dan penuh semangat terasa saat sekitar 160 perwakilan organisasi kemasyarakatan (ormas) berkumpul dalam kegiatan Pendidikan Politik dan Demokrasi Bersama Membangun Kota Cimahi yang digelar oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Cimahi, di hotel sariater Kamboti bandung Jalan Lemah Neundeut, Bandung, Selasa (29/7).
Kegiatan ini menjadi ruang dialog terbuka antara masyarakat, tokoh muda, dan pegiat demokrasi untuk memperkuat partisipasi publik dalam pembangunan Kota Cimahi.
Kepala Bakesbangpol Kota Cimahi, Mardi Santoso, menyampaikan apresiasi atas partisipasi para ketua ormas dan seluruh peserta yang hadir. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi merupakan gerakan bersama membangun pemahaman politik yang dewasa dan beretika.
“Saya ucapkan terima kasih atas kehadiran dan semangatnya. Ini bukan sekadar acara, tapi gerakan bersama untuk membangun pemahaman politik yang dewasa dan beretika,” ujar Mardi dalam sambutannya.
Mardi juga menyampaikan rasa hormat kepada Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, yang di tengah kesibukannya tetap menyempatkan hadir dalam kegiatan tersebut. “Baru saja membuka dua kegiatan, namun tetap hadir di tengah kita. Ini bukti nyata komitmen beliau untuk memajukan partisipasi publik,” tambahnya.
Menurut Mardi, pendidikan politik bukan hanya berbicara soal politik praktis, melainkan juga bagaimana seluruh elemen masyarakat, khususnya ormas, dapat menjadi pilar penting dalam menjaga persatuan, merawat nilai-nilai kebangsaan, dan aktif membangun kota.
“Kami ingin ormas di Cimahi tidak hanya aktif secara fisik, tapi juga cerdas secara informasi. Jangan mudah percaya isu, mari kita cermati informasi, lebih banyak mendengar, dan bijak dalam menyikapi perbedaan pilihan politik,” pesannya.
Dalam kegiatan ini, para peserta mendapatkan pemaparan dari sejumlah narasumber mengenai demokrasi, nilai-nilai kebangsaan, dan etika berpolitik. Salah satu fokus utama adalah pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat sipil, terutama menjelang tahun politik.
“Insya Allah, kita semua sepakat untuk mendukung terwujudnya Cimahi yang Mantap – Maju – Agamis – Nyaman – Teladan – Aman. Ini rumah kita bersama, mari kita rawat dan bangun dengan semangat gotong royong,” tutup Mardi.
Dalam sesi penutupan, Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menekankan bahwa demokrasi harus menjadi budaya hidup di tengah masyarakat, bukan sekadar rutinitas lima tahunan. Ia juga mengapresiasi Bakesbangpol, para narasumber seperti Nyimas Diane Wulan, serta seluruh peserta yang hadir.
“Momen ini bukan hanya ajang silaturahmi, tetapi ruang penting untuk memperkuat sinergi antara masyarakat dan pemerintah dalam menjaga demokrasi,” ucap Ngatiyana.
Menurutnya, demokrasi tidak cukup hanya dijalankan sebagai sistem politik, tetapi perlu dijaga melalui keterbukaan, partisipasi, akuntabilitas, dan keadilan sosial. Ia juga menyoroti peran strategis ormas sebagai jembatan antara masyarakat dan pemerintah, serta sebagai penopang stabilitas kota.
“Ormas di Cimahi ini sangat kompak. Ini modal sosial yang besar bagi kota kecil yang terus diperhitungkan di tingkat nasional,” ujarnya.
Di hadapan peserta, Ngatiyana juga memaparkan sejumlah capaian dan arah pembangunan Kota Cimahi. Di antaranya pembangunan Bundaran Cihanjuang untuk mengatasi kemacetan, pembangunan Puskesmas di Cibeureum, laboratorium kesehatan di Sukimun, serta rumah singgah di Cipageran untuk warga kurang mampu.
Selain itu, sebanyak 54 sertifikat aset milik Pemkot Cimahi telah berhasil diamankan. “Ini bentuk tanggung jawab kami menjaga kekayaan negara. Jangan sampai aset daerah dicaplok pihak luar karena ketidakjelasan,” tegasnya.
Ngatiyana juga menyinggung posisi strategis Indonesia di mata dunia, dan mengajak masyarakat untuk terus mempertahankan semangat kebangsaan berdasarkan Pancasila, UUD 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota menyampaikan keberhasilan pemerintah menurunkan angka pengangguran dari 12% menjadi 8,9%. Ia juga menyoroti pengangkatan 1.800 pegawai P3K sebagai bagian dari solusi mengatasi pengangguran.
Pelatihan keterampilan kerja untuk generasi muda juga terus digencarkan agar mereka siap masuk ke dunia kerja, termasuk di perusahaan-perusahaan besar di Cimahi.
Menutup sambutannya, Ngatiyana mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat komunikasi dan menjaga kondusivitas kota.
“Keberhasilan membangun Kota Cimahi bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga kekuatan solidaritas dan semangat gotong royong,” pungkasnya. (Gani Abdul Rahman)





