Teropong Indonesia, KOTA CIMAHI – Setelah lama vakum dari kegiatan kejuaraan, Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kota Cimahi akhirnya kembali aktif. Melalui turnamen bertajuk “Cimahi Calling 3×3”, organisasi ini tidak hanya membangkitkan atmosfer kompetisi bola basket, tetapi juga menjadikannya sebagai ajang seleksi atlet menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026.
Turnamen yang digelar khusus untuk kelompok umur tahun kelahiran 2005, 2007, 2009, dan 2011, baik putra maupun putri ini, diikuti 30 tim yang akan bertanding di GOR Sangkuriang Cimahi, pada Sabtu (27/07/2025).
“Ini merupakan event pertama yang diselenggarakan oleh Perbasi Cimahi dalam beberapa tahun terakhir. Alhamdulillah, dengan persiapan sekitar satu minggu, sambutannya sangat positif, terutama dari kalangan pelajar Cimahi,” ujar Ketua Perbasi Kota Cimahi, Tresna Nur Ramdhani, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Senin (28/7/2025).
Dikatakan, awalnya, kompetisi tersebut direncanakan digelar selama dua hari (26–27 Juli), namun dipadatkan menjadi satu hari penuh. Namun, meski demikian, seluruh rangkaian acara berlangsung lancar dan tertib dari pukul 09.00 hingga 16.30 WIB.
Tresna mengakui ada sejumlah kendala teknis dalam pelaksanaan, terutama terkait jumlah peserta.
“Ada beberapa kelompok umur yang jumlah pesertanya belum mencukupi, jadi kami harus menyesuaikan skema pertandingan,” jelasnya.
Dia juga menyebut bahwa dari sisi pendanaan, dukungan sponsor masih terbatas karena waktu persiapan yang singkat.
“Beberapa sponsor membutuhkan persetujuan dari kantor pusat, sehingga belum bisa memberi dukungan maksimal,” tambah Tresna.
Peserta diwajibkan berdomisili di Kota Cimahi sebagai bagian dari komitmen Perbasi dalam menjaring talenta lokal untuk pembinaan jangka panjang. Meski begitu, antusiasme dari peserta luar kota juga cukup tinggi.
“Event ini jadi titik awal kebangkitan Perbasi Cimahi setelah sekian lama vakum. Ke depan, kami berencana menjadikan ini sebagai agenda rutin. Bahkan tidak menutup kemungkinan akan digelar juga kompetisi basket 5×5,” ujar Tresna dengan optimisme.
Ia menegaskan, Perbasi Cimahi bertekad melahirkan lebih banyak atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama kota.
“Kami ingin merangkul semua kelompok umur, dari pelajar hingga veteran. Harapannya, komunitas dan klub basket di Cimahi semakin berkembang,” ucapnya.
Para pemenang dalam ajang ini mendapatkan medali, piala, dan uang pembinaan sebagai bentuk apresiasi.
Perbasi Cimahi juga membuka ruang dialog dengan orang tua dan peserta sebagai bagian dari evaluasi program.
“Masukan dari peserta dan orang tua menjadi dasar penting untuk menyusun program kerja ke depan. Kami ingin lebih maksimal dalam menjaring bibit-bibit unggul untuk regenerasi atlet basket Cimahi,” terang Tresna.
Ke depannya, Perbasi Cimahi akan menggandeng berbagai pihak, seperti Dinas Pendidikan Kota Cimahi serta Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disbudparpora), guna memperkuat pembinaan sejak usia dini.
“Program ini akan dimulai dari tingkat SD hingga SMA di wilayah Cimahi. Semoga kegiatan seperti ini memberi dampak positif bagi remaja yang memiliki minat di bidang basket,” ungkapnya.
Terkait fasilitas, Tresna menilai GOR Sangkuriang cukup representatif untuk turnamen basket 3×3. Namun, ia mengakui masih ada beberapa hal yang perlu dibenahi.
“Beberapa bagian perlu perbaikan, seperti pengecatan tembok atas dan garis lapangan,” pungkasnya. (Gani Abdul Rahman)





