Siswa Salah Satu Sekolah Dasar di Kota Sukabumi, Jadi Korban Pengeroyokan 5 Orang Siswa Lainnya

TEROPONG INDONESIA, KOTA SUKABUMI – Pihak keluarga bantah video viral perkelahian dua orang siswi salah satu Sekolah Dasar (SD) di Kota Sukabumi di Kecamatan Citamiang pada 31 Januari 2025 lalu.

Menurut keluarga korban, itu bukan duel melainkan dugaan pengeroyokan, dan kasusnya kini telah dilaporkan ke Polres Sukabumi Kota.

Sikatakan TT, warga Kec. Citamiang, salah satu keluarga korban, video perkelahian tersebut sebetulnya ujung dari pengeroyokan yang telah terjadi sebelumnya dan dalam hal ini keponakannya yang menjadi korban insiden tersebut.

“Setelah berkomunikasi dengan keponakan saya, rupanya kejadian yang sesungguhnya tidak seperti yang beredar dalam video,”kata  TT kepada wartawan, Kamis (6/2/2025).

Insiden sesungguhnya, lanjut TT, rupanya keponakanya itu dikeroyok oleh lima orang terduga pelaku dan hal itu dibenarkan oleh 3 orang terduga pelaku, sedangkan dua terduga pelaku lainnya terkesan abai dan belum ada itikad baik kepada keluarga korban untuk bermusyawarah

“Saya ingin ada itikad baik dari pelaku dan keluarga agar masalah ini selesai, karena ketiga terduga pelaku lainnya sudah mengakui melakukan perundungan kepada keponakan saya bahkan para orangtuanya bersedia untuk bertanggung jawab,”ujarnya.

TT menjelaskan, berdasarkan keterangan dari keponakannya, kelima terduga pelaku kerap membulinya sampai keponakanya itu melakukan perlawanan sehingga nampak dalam video seperti sedang duel.

“Jadi saya tegaskan video tersebut bukan duel melainkan ujung dari pengeroyokan,” tegasnya.

TT mengungkapkan, saat ini pihaknya sudah melaporkan dugaan tindakan pengeroyokan tersebut ke Polres Sukabumi Kota.

“Alasan kami melaporkan kepada pihak berwajib untuk memberikan efek jera kepada terduga pelaku. Kami khawatir persoalan ini terulang kembali,”ungkapnya.

Lebih jauh TT mengutarakan, saat ini kondisi fisik keponakanya sudah lebih baik dari sebelumnya. Namun, keponakanya itu terlihat lebih pendiam.

“Kami khawatir persoalan ini mempengaruhi mental keponakan saya, oleh karena itu kami minta pihak berwajib mengusut kasus ini sampai tuntas,” tandasnya (rifal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *