Ragam  

Pemkot Cimahi Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Ribuan Siswa Dibekali Mitigasi Hadapi Ancaman Sesar Lembang

Teropong Indonesia, KOTA ClMAHI – Pemerintah Kota Cimahi menegaskan komitmennya dalam memperkuat kesiapsiagaan bencana di lingkungan pendidikan melalui program Sekolah/Madrasah Aman Bencana (SMAB) 2026. Langkah ini dinilai penting mengingat Kota Cimahi berada di kawasan rawan bencana, terutama ancaman gempa bumi akibat aktivitas Sesar Lembang serta bencana hidrometeorologi yang kerap terjadi saat cuaca ekstrem.

Program SMAB tahun ini dipusatkan di SMP Negeri 4 Kota Cimahi dengan melibatkan sebanyak 1.580 peserta yang terdiri dari siswa, guru, dan tenaga kependidikan. Mereka dibekali pemahaman mengenai mitigasi, prosedur evakuasi, hingga penanganan darurat saat terjadi bencana.

Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menegaskan bahwa kesiapsiagaan bencana tidak boleh dianggap sebagai formalitas semata. Menurutnya, sekolah harus menjadi garda terdepan dalam membangun budaya sadar bencana sejak dini.

“Melalui kegiatan Sekolah/Madrasah Aman Bencana ini, kami berharap seluruh peserta mampu menjadi agen perubahan yang menyebarkan semangat kewaspadaan dan mitigasi bencana di lingkungan sekitarnya,” ujar Ngatiyana, Minggu (24/5/2026).

Ia menekankan, ancaman bencana di Kota Cimahi merupakan kondisi nyata yang harus dihadapi dengan kesiapan, bukan kepanikan. Karena itu, edukasi mitigasi dinilai menjadi langkah penting untuk meminimalkan risiko korban jiwa maupun kerusakan saat terjadi bencana.

Berdasarkan data Pemerintah Kota Cimahi, sepanjang Januari hingga April 2026 tercatat 48 kejadian bencana di wilayah Kota Cimahi. Peristiwa tersebut meliputi banjir, cuaca ekstrem, dan tanah longsor yang menyebabkan kerusakan rumah warga hingga infrastruktur.

Menurut Ngatiyana, tingginya angka kejadian bencana harus menjadi alarm bagi seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat kemampuan menghadapi situasi darurat.

“Kesiapsiagaan itu penting. Ketika masyarakat memahami langkah mitigasi dan evakuasi mandiri, maka risiko jatuhnya korban jiwa dapat diminimalisir,” tegasnya.

Program SMAB difokuskan pada tiga pilar utama, yakni penguatan fasilitas sekolah aman bencana, manajemen penanggulangan bencana di lingkungan pendidikan, serta pendidikan pengurangan risiko bencana bagi seluruh warga sekolah.

Pemkot Cimahi berharap program ini mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang tangguh dan responsif terhadap potensi bencana, sekaligus membangun kesadaran kolektif bahwa mitigasi merupakan tanggung jawab bersama. (Gani Abdul Rahman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *