Pemerintah Cimahi Pastikan Stok Beras Aman hingga 11 Bulan

Teropong Indonesia, KOTA CIMAHI – Pemerintah Kota Cimahi menyalurkan Bantuan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) berupa beras dan minyak goreng untuk alokasi Februari dan Maret 2026. Program yang didanai APBN melalui Badan Pangan Nasional ini menyasar 41.387 Penerima Bantuan Pangan (PBP) di tiga kecamatan.

Berdasarkan data Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Cimahi, total bantuan yang disalurkan mencapai 827.740 kilogram beras dan 165.548 liter minyak goreng. Penyaluran dilakukan dengan melibatkan 332 petugas lapangan di tingkat kelurahan.

Asisten Administrasi Umum Pemkot Cimahi, Muhammad Ronny, menegaskan bahwa program ini merupakan instruksi langsung pemerintah pusat yang dijalankan melalui Badan Pangan Nasional dengan penugasan kepada Perum Bulog.

“Setiap bulan masyarakat menerima 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng. Untuk tahap ini, bantuan disalurkan sekaligus untuk dua bulan, yakni Februari dan Maret,” ujarnya saat ditemui di Kelurahan Cipageran, Kamis (9/4/2026).

Ronny menjelaskan, program bantuan pangan ini direncanakan berlangsung hingga Mei 2026. Namun, keberlanjutan program tetap bergantung pada kebijakan dan kesiapan pemerintah pusat, termasuk ketersediaan stok dari Bulog.

“Kalau dari pusat masih berlanjut dan stok tersedia, kemungkinan program ini akan diteruskan. Kita tunggu arahan selanjutnya,” katanya.

Ia memastikan, penerima bantuan telah melalui proses verifikasi dan berasal dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), khususnya masyarakat pada kelompok desil 1 hingga desil 5 yang menjadi prioritas.

Sementara itu, Wakil Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Bandung, Ratih Rachmawati, memastikan ketersediaan stok beras dalam kondisi aman.

“Stok kami saat ini meningkat karena memanfaatkan musim panen. Ketahanan pangan diperkirakan aman hingga 10 sampai 11 bulan ke depan,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa kualitas beras yang disalurkan berada pada kategori medium dengan standar patahan maksimal 25 persen, sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami harap masyarakat memahami bahwa bantuan ini menggunakan beras kualitas medium sesuai standar,” tambahnya.

Terkait harga beras di pasaran, Ratih menyebut kondisi masih relatif stabil berdasarkan pemantauan di wilayah Bandung dan sekitarnya.

Namun, jika terjadi kenaikan, Bulog siap mengintervensi melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta Gerakan Pangan Murah (GPM) bekerja sama dengan pemerintah daerah.

Untuk beras medium SPHP, Bulog saat ini menyediakan dengan harga sekitar Rp11.000 per kilogram atau Rp55.000 per kemasan lima kilogram, di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).

Ia menegaskan Program CPP diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat sekaligus menekan potensi gejolak harga pangan di tingkat daerah. “Pungkasnya. (Gani Abdul Rahman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *