Teropong Indonesia, KOTA CIMAHI — Harga sejumlah komoditas sayuran di Pasar Antri, Kota Cimahi, mulai mengalami kenaikan. Lonjakan paling signifikan terjadi pada cabai rawit merah yang naik cukup drastis dalam satu hari terakhir.
Pak Agus, pedagang sayuran di Pasar Antri Cimahi, mengatakan kenaikan harga mulai terasa sejak hari ini dibandingkan harga sebelumnya.“Sudah mulai naik. Hari ini kebetulan ada kenaikan dibandingkan harga kemarin,”ujar Pak Agus saat ditemui di lapaknya.
Menurutnya, cabai rawit merah menjadi komoditas yang mengalami lonjakan paling tajam. Jika sebelumnya dijual di kisaran Rp. 65 ribu per kilogram, kini harganya menembus Rp. 80 ribu per kilogram.“Yang melonjak langsung drastis itu cabai rawit merah. Dari kemarin Rp65 ribu, sekarang sudah Rp. 80 ribu,”jelasnya.
Sementara itu, Pak Agus menyebut harga sayuran lain masih relatif stabil dan belum mengalami perubahan berarti. “Yang lainnya masih stabil. Sementara ini cuma rawit merah saja yang naik,” katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa kondisi tersebut berdampak pada aktivitas perdagangan di pasar, terutama bagi pedagang kecil. Keterbatasan pasokan membuat stok sayuran cepat habis dan penjualan menjadi terganggu.“Kalau buat pedagang kecil, ya kehabisan stok. Penjualan di pasar juga jadi agak terganggu,” ujarnya.
Terkait penyebab kenaikan harga, Pak Agus menilai faktor utama berasal dari pasokan petani. Menurutnya, kondisi panen sangat menentukan stabilitas harga di pasar.“Yang mempengaruhi harga itu pasokan dari petani. Kalau pasokannya sedikit, harganya bisa naik. Kalau hasil panennya banyak, ya harga bisa stabil,”jelasnya.
Ia menambahkan bahwa faktor musim, baik kemarau maupun hujan, turut berpengaruh terhadap hasil panen dan ketersediaan barang di pasar.
Menanggapi kondisi tersebut, Pak Agus berharap pemerintah dapat lebih fokus pada penguatan sektor pertanian agar pasokan tetap terjaga dan harga kebutuhan pokok tidak mudah bergejolak.“Menurut saya, yang harus digerakkan itu pertanian. Kalau petaninya banyak dan panennya merata, harga bisa stabil. Misalnya daerah sini panen cabai, daerah lain panen tomat, jadi tidak saling berebut pasokan,”pungkasnya.
Selain sayuran sejumlah komoditi lain juga mengalami kenaikan diantaranya telur yang semula harga Rp. 28 ribu sekarang menjadi Rp. 29 ribu akibat hasil panen yang kurang, disisi lain beras cenderung stabil tidak terjadi kenaikan. (Gani Abdul Rahman)





