Meneladani Jejak Leluhur, Meneguhkan Arah Pembangunan Banten

Pewarta : Steven Gervan

‎Teropong Indonesia- Tanggerang-, Gubernur Banten Andra Soni menghadiri Haul ke-345 Pahlawan Nasional sekaligus Pendiri Tangerang, Raden Aria Wangsakara, yang digelar di Taman Makam Pahlawan Nasional Lengkong, Kabupaten Tangerang. Kehadiran Gubernur Banten dalam peringatan bersejarah ini menjadi penegasan komitmen untuk terus merawat ingatan kolektif bangsa terhadap jasa para leluhur sebagai fondasi pembangunan masa kini dan masa depan.

‎Pemberangkatan ke lokasi haul turut didampingi Dewan Karesian, H. Rd. Endy Setiaji, sebagai bentuk penghormatan adat dan sejarah yang mengiringi langkah kebangsaan dalam memuliakan para pendiri negeri.

‎Raden Aria Wangsakara dikenang sebagai sosok pejuang tangguh melawan kolonialisme, ulama penyebar Islam, sekaligus tokoh sentral yang meletakkan dasar lahirnya Tangerang. Pengakuan negara melalui gelar Pahlawan Nasional menegaskan besarnya kontribusi beliau, tidak hanya bagi Banten, tetapi juga bagi perjalanan sejarah bangsa Indonesia.

‎Dalam sambutannya, Gubernur Banten Andra Soni menegaskan bahwa penghormatan terhadap leluhur tidak boleh berhenti pada seremoni semata. Nilai-nilai perjuangan harus diterjemahkan dalam kebijakan yang konkret dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

‎“Semangat perjuangan para pendahulu harus hidup dalam kebijakan yang berpihak pada rakyat. Itulah cara kita menghormati jasa mereka secara nyata,” tegasnya.

‎Pemerintah Provinsi Banten terus melanjutkan pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat, di antaranya melalui Program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra) untuk memperkuat akses dan konektivitas wilayah perdesaan. Di sektor pendidikan, Pemprov Banten juga menjalankan program sekolah gratis bagi siswa SMA, SMK, dan SKh swasta, guna memperluas kesempatan belajar yang adil dan merata.

‎Pembangunan infrastruktur dan peningkatan kualitas pendidikan tersebut menjadi ikhtiar berkelanjutan dalam meneruskan cita-cita para leluhur: menghadirkan keadilan sosial, kesejahteraan, dan masa depan yang lebih baik bagi generasi penerus.

‎Sementara itu, PYM H.R.I Lukman Soemadisoeria, Sri Radya Karaton Sumedang Larang, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas terselenggaranya haul sebagai ruang refleksi sejarah dan spiritual bangsa.

‎“Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Pemerintah Provinsi Banten dan seluruh pihak yang telah menjaga, merawat, serta memuliakan warisan sejarah Raden Aria Wangsakara. Haul ini bukan sekadar mengenang, tetapi meneguhkan jati diri dan arah langkah bangsa agar tetap berpijak pada nilai luhur para leluhur,” ujar PYM H.R.I Lukman Soemadisoeria.

‎Ia menambahkan bahwa kesinambungan antara nilai sejarah, budaya, dan pembangunan adalah kunci untuk membangun peradaban yang berakar kuat namun tetap relevan dengan zaman.
‎Peringatan Haul ke-345 ini kembali menegaskan bahwa sejarah bukan hanya untuk dikenang, melainkan dijadikan kompas dalam melangkah dan membangun.

‎Warga sedulur Banten, mari jaga dan rawat nilai perjuangan para leluhur dengan terus mendukung pembangunan serta berkontribusi nyata bagi kemajuan Banten dan Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *