Teropong Indonesia, KOTA SUKABUMI, – Pemerintah Kota Sukabumi terus mempercepat berbagai program strategis untuk menekan angka pengangguran yang saat ini mencapai 15.400 orang. Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, menegaskan bahwa lima tahun ke depan Pemkot akan memprioritaskan penyelesaian persoalan tersebut melalui penguatan pendidikan vokasi, perluasan peluang kerja luar negeri, serta percepatan investasi.
Ayep menjelaskan bahwa salah satu langkah penting adalah penguatan pendidikan vokasi melalui kerja sama dengan Politeknik Sukabumi. Program yang disiapkan menawarkan pola belajar satu tahun, kemudian satu tahun bekerja di luar negeri, dan kembali selama setengah tahun untuk menyelesaikan kuliah.
Skema ini dinilai lebih efektif dalam membuka peluang kerja sekaligus meningkatkan pengalaman lulusan.
Selain itu, kampus Pasim dengan program go international serta berbagai program dari Dinas Tenaga Kerja Kota Sukabumi juga diarahkan untuk memperluas penempatan tenaga kerja migran.
“Pekerja migran harus terus tumbuh. Ini solusi cepat sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi warga Sukabumi,” ujar Ayep.
Di sisi lain, Pemkot juga terus mendorong percepatan perizinan kawasan industri seluas 50 hektare di Cemerlang. Ayep menyebut dirinya telah bertemu Wakil Menteri Investasi untuk memastikan kawasan tersebut segera memperoleh izin. Jika terealisasi, kawasan industri itu diyakini mampu menarik investasi besar dan menciptakan lapangan kerja baru.
“Investasi harus jalan, dan penempatan pekerja ke luar negeri harus terus didorong. Dua hal ini menjadi kunci menyelesaikan pengangguran di Sukabumi,” tegasnya.
Dengan kombinasi pendidikan vokasi, peningkatan pekerja migran, dan percepatan kawasan industri, Pemkot optimistis angka pengangguran di Kota Sukabumi dapat menurun signifikan dalam beberapa tahun ke depan. (rifal)





