Cimahi Dorong Strategi Pengurangan Sampah Organik Lewat Aksi Bersih-Bersih Serentak

Teropong Indonesia, KOTA ClMAHI – Pemerintah Kota Cimahi terus memperkuat strategi pengelolaan lingkungan dengan menekankan pentingnya pengurangan sampah organik sebagai langkah nyata menuju kota yang bersih dan berkelanjutan. Hal ini tercermin dalam kegiatan Aksi Bersih-Bersih Sampah Serentak se-Kota Cimahi, yang digelar di pelataran parkir Greenhouse pada Jumat pagi (07/11/2025).

Kegiatan ini menjadi wujud kolaborasi strategis antara Pemerintah Kota Cimahi dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dalam menanggulangi permasalahan peningkatan volume sampah, terutama dari jenis organik yang selama ini mendominasi timbunan sampah rumah tangga di Cimahi.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Ahmad Nuryana, yang hadir mewakili Wali Kota Cimahi Ngatiyana, menyampaikan bahwa aksi bersih-bersih ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari strategi jangka panjang dalam mengubah pola pikir dan perilaku masyarakat terhadap pengelolaan sampah, khususnya organik.

“Kegiatan ini adalah bukti konkret bahwa elemen masyarakat dan pemerintah dapat bersinergi menjaga kebersihan lingkungan. Fokus kami ke depan adalah menekan volume sampah organik sejak dari sumbernya, agar Cimahi bisa menjadi contoh bagi kota lain,” ujar Ahmad.

Lebih lanjut, Ahmad menjelaskan bahwa sampah organik seperti sisa makanan, daun, dan limbah pasar menjadi tantangan terbesar dalam sistem pengelolaan sampah di Cimahi.

Melalui kegiatan bersih-bersih serentak ini, pemerintah berharap masyarakat mulai membiasakan memilah dan mengolah sampah organik menjadi kompos atau pupuk cair, yang dapat memberi nilai ekonomi sekaligus mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Kami ingin agar gerakan ini tidak berhenti di satu hari saja, tetapi berlanjut menjadi kebiasaan kolektif. Dengan pengolahan sampah organik di tingkat rumah tangga dan komunitas, kita bisa menekan lebih dari 60 persen timbunan sampah kota,” tambahnya.

Selain menjadi ajang gotong royong warga, kegiatan ini juga dimanfaatkan Pemkot Cimahi untuk mengampanyekan strategi ekonomi sirkular yakni mengubah paradigma sampah menjadi sumber daya.

Melalui pendekatan ini, Pemkot berkomitmen memperkuat edukasi publik, memperluas fasilitas pengolahan organik, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dan pelaku usaha.

Aksi bersih-bersih ini diharapkan menjadi momentum penting dalam mempercepat realisasi Cimahi Bersih, Hijau, dan Mandiri Sampah 2030, sekaligus menjadikan kota ini contoh nyata transformasi pengelolaan lingkungan perkotaan berbasis partisipasi masyarakat. (Gani Abdul Rahman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *