Cimahi Siapkan Skema Pembiayaan Inovatif untuk Revitalisasi Infrastruktur Budaya 2026

Teropong Indonesia, KOTA ClMAHI — Pemerintah Kota Cimahi menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekosistem kebudayaan daerah melalui penyusunan skema pembiayaan inovatif untuk mendukung revitalisasi infrastruktur budaya pada tahun 2026.

Upaya ini menjadi langkah strategis dalam mempercepat pemajuan kebudayaan berbasis kolaborasi lintas sektor (Pentahelix Collaboration) yang melibatkan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan media.

Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan Diskusi Publik Pemajuan Kebudayaan Kota Cimahi yang digelar di Pendopo DPRD Kota Cimahi, Sabtu (25/10/2025).

Acara bertema “Rekonstruksi dan Revitalisasi Infrastruktur Kebudayaan Fisik dan Nonfisik, Komitmen Pentahelix dalam 10 Bidang Kemajuan Kebudayaan” ini diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Cimahi bekerja sama dengan Dewan Kebudayaan Kota Cimahi (DKKC) dan DPRD Kota Cimahi.

Kegiatan yang dihadiri beragam pemangku kepentingan mulai dari pemerintah, seniman, akademisi, pelaku usaha hingga komunitas budaya menghasilkan sejumlah gagasan strategis, salah satunya terkait pengembangan model pembiayaan kreatif melalui kemitraan publik-swasta, CSR, dan sponsorship untuk mendukung keberlanjutan kegiatan seni dan kebudayaan di Cimahi.

Saat dihubungi melalui telepon Kepala Disbudparpora Kota Cimahi, Drs. Dani Bastian, menegaskan bahwa tahun 2026 akan menjadi tonggak baru dalam penguatan anggaran dan kebijakan kebudayaan daerah. Pemerintah Kota Cimahi, katanya, tengah menyiapkan strategi fiskal yang inklusif guna memastikan akses yang lebih luas bagi seniman, budayawan, serta pelaku ekonomi kreatif.

“Selain dari alokasi APBD, kami membuka peluang pendanaan alternatif melalui CSR dan sponsorship swasta. Dunia usaha harus menjadi bagian dari gerakan pemajuan kebudayaan. Ini bukan hanya soal dana, tetapi komitmen bersama menjaga keberlanjutan ekosistem budaya,” ujar Dani.

Lebih lanjut, Dani menyebut bahwa program revitalisasi infrastruktur budaya akan diarahkan pada pengembangan ruang-ruang ekspresi publik, gedung kesenian, serta peningkatan kapasitas SDM budaya melalui pendidikan dan pelatihan. Langkah ini menjadi bagian dari agenda besar Pemkot Cimahi untuk memperkuat identitas kota berbasis budaya dan kreativitas.

Senada dengan itu, Kepala Bidang Kebudayaan Disbudparpora Kota Cimahi, Raden Lucky Sugih Mauludin, S.E., M.M., menekankan pentingnya kolaborasi yang berkelanjutan antara pelaku budaya dan dunia usaha.

“Pemajuan kebudayaan bukan hanya tentang pelestarian, tetapi juga pemberdayaan ekonomi dan pembentukan karakter masyarakat. Kolaborasi lintas sektor adalah kunci agar kebudayaan menjadi sumber daya strategis bagi pembangunan daerah,” ungkap Lucky.

Diskusi publik ini juga menjadi momentum penguatan sinergi kebijakan antara pemerintah dan masyarakat budaya untuk memastikan bahwa pembangunan di Cimahi tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada penguatan nilai-nilai lokal, karakter, dan daya saing berbasis budaya.

Melalui semangat kolaboratif ini, Kota Cimahi diharapkan mampu tampil sebagai kota budaya yang inklusif, kreatif, dan berdaya saing, dengan kebudayaan sebagai fondasi utama pembangunan berkelanjutan. (Gani Abdul Rahman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *