Penulis: Dwi Arifin (Duta Baca Dinas Perpusatakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Barat)
Mempopulerkan berbahasa daerah dengan pemilihan kata-kata terbaik dalam setiap kalimat yang terucap, mampu memperkokoh keharmonisan masyarakat. Selain itu juga dapat meningkatkan kualitas diri.
Pernyataan sahabat Nabi, Ali bin Abi Thalib, “Al-Lisan mizanul insan” memiliki arti “Lidah itu timbangan bagi manusia”. Secara lebih mendalam, maksud dari pernyataan tersebut adalah:
Lidah atau ucapan adalah penentu atau cerminan kepribadian seseorang. Apa yang diucapkan oleh lisan seseorang akan menunjukkan kualitas dirinya, baik buruknya, dan kualitas ilmunya.
Seorang yang memiliki kepandaian berbahasa dengan menggunakan pemilihan kata dalam kalimat menjadi modal utama untuk memperkokoh keharmonisan masyarakat. Ada pepatah dari Arab mengungkapkan “Salamatul insan fi hifzhil lisan” (selamatnya manusia karena lisannya). Makna utamanya adalah menjaga lisan untuk tidak berkata buruk atau menyakiti orang lain agar terhindar dari masalah dan bahaya, baik di dunia maupun akhirat, baik ketika di media sosial atau di masyarakat.
Makna dan implikasinya ialah menjaga lisan adalah kunci keselamatan. Manjaga lisan agar tidak menyakiti. Sebab ucapan bagaikan “lidah yang lebih tajam dari pedang”. Maknanya bahwa kata-kata buruk mudah melukai orang lain secara mental atau emosional, bahkan lebih dari luka fisik.
Selain itu dijelaskan oleh agama islam bahwa lisan adalah cerminan hati. Sehingga menjaga lisan dengan perkataan baik atau positif sebagai bukti bahwa seseorang pandai menjaga hati. Jika hati atau emosi terkendali, maka lisan dan tindakan juga akan mudah terjaga.
Sehingga berhati-hati dalam berbicara dapat dipraktekan dengan sejauh mana upaya mengucapkan kalimat melalui proses dipikirkan terlebih dahulu agar tidak menyesal atau membahayakan diri.
Hal penting lainnya ialah perkataan yang baik dapat mempererat hubungan atau memperkokoh keharmonisan masyarakat. Sebaliknya, perkataan yang tidak baik dapat memutuskan tali persaudaraan atau menimbulkan kebencian dan perpecahan.
Pengaruh positif lainnya dengan berkata baik, seseorang akan lebih dihormati dan dihargai, sebaliknya perkataan yang buruk bisa menjatuhkan martabatnya. Pernyataan itu juga selaras dengan pepatah “bahasa menunjukkan bangsa,” yang artinya watak dan kepribadian seseorang cenderung dapat dilihat dari cara bicaranya.





