Wali Kota Cimahi perkuat Sinergi Tanggap Darurat Hadapi Kebakaran Besar Tiga Gudang di Cimahi

TEROPONG INDONESIA, Cimahi – Kebakaran besar yang melanda tiga gudang di Jalan Kolonel Masturi, Kelurahan Cipageran, Kota Cimahi, pada Rabu (3/9/2025) sore menjadi ujian koordinasi dan kesiapsiagaan penanggulangan bencana di wilayah tersebut.

Meski api melalap gudang yang menyimpan bahan-bahan mudah terbakar, respons cepat dan kerja sama lintas instansi berhasil mencegah jatuhnya korban jiwa serta memperkecil dampak lanjutan.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 17.30 WIB ini memicu kepanikan warga sekitar. Tiga gudang dengan fungsi berbeda penyimpanan makanan ringan, sepatu, dan kain diketahui menjadi titik utama kebakaran.

Besarnya potensi bahaya membuat Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Cimahi bergerak cepat mengerahkan seluruh armada yang dimiliki, dengan total delapan unit truk pemadam.

Tak hanya dari Cimahi, bantuan datang dari Damkar Kabupaten Bandung Barat yang turut mengirimkan dua unit tambahan. Kolaborasi ini menjadi bagian penting dalam mempercepat pengendalian api yang terus membesar akibat material mudah terbakar di dalam gudang.

Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, langsung turun ke lokasi untuk memimpin koordinasi dan memberikan arahan kepada tim di lapangan. Dalam keterangannya, ia menyampaikan bahwa tantangan utama petugas adalah bahan-bahan seperti plastik, benang, dan kain yang mempercepat penyebaran api.

“Pada malam ini saya berada langsung di lokasi. Kebakaran ini tidak hanya besar secara skala, tetapi juga kompleks karena menyangkut tiga jenis gudang dengan material yang mudah terbakar. Namun, yang paling penting adalah tidak ada korban jiwa. Itu prioritas kami,” ujar Ngatiyana pada media Teropong Indonesia.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati lokasi kebakaran demi keselamatan bersama serta memberikan ruang bagi petugas untuk bekerja optimal.

Meski api belum sepenuhnya padam hingga malam hari, upaya penyelamatan aset berhasil dilakukan secara signifikan. Beberapa kendaraan yang terparkir di bengkel sekitar lokasi telah diamankan, sehingga potensi kerugian tambahan dapat dicegah.

“Kerugian pasti ada, tapi kita sedang lakukan inventarisasi. Mobil-mobil di sekitar berhasil diamankan. Ini berkat kerja sama warga dan petugas di lapangan,” tambah Ngatiyana.

Kebakaran ini menjadi refleksi penting mengenai perlunya sistem proteksi kebakaran yang lebih kuat di kawasan industri dan pergudangan. Pemerintah Kota Cimahi berencana melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kesiapan instalasi pemadam kebakaran di titik-titik rawan.

Sementara itu, penyelidikan penyebab kebakaran masih dilakukan oleh pihak berwenang. Masyarakat diminta tetap tenang dan menunggu informasi resmi dari instansi terkait. (Gani Abdul Rahman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *