Antisipasi Demo Mahasiswa di DPRD Cimahi, SMAN 1 Pulangkan Siswa Lebih Awal dan Alihkan Pembelajaran ke Daring

Teropong Indonesia, KOTA CIMAHI – Menyusul rencana aksi unjuk rasa yang digelar aliansi mahasiswa di depan Gedung DPRD Kota Cimahi pada Selasa (2/9/2025), SMAN 1 Cimahi memutuskan untuk memulangkan siswa lebih awal dan mengalihkan kegiatan belajar mengajar ke sistem daring sebagai langkah antisipatif demi menjaga keselamatan peserta didik.

Keputusan ini diambil setelah pihak sekolah menerima informasi resmi terkait aksi massa yang direncanakan berlangsung tidak jauh dari lokasi sekolah.

Berdasarkan pantauan Teropong Indonesian, puluhan personel gabungan TNI-Polri berikut kendaraan taktis telah disiagakan di sekitar kawasan DPRD Cimahi.

Wakil Kepala Humas SMAN 1 Cimahi, Irwan, menyebutkan bahwa pihaknya mulai mendapat informasi soal rencana aksi sejak pagi hari, sekitar pukul 08.00 hingga 09.00 WIB. “Ada tembusan surat aksi yang ditujukan ke pihak kepolisian dan juga flyer yang beredar. Setelah kami konfirmasi langsung ke DPRD dan pihak keamanan, benar adanya aksi tersebut,” ujar Irwan.

Mempertimbangkan lokasi sekolah yang berjarak hanya beberapa ratus meter dari titik aksi, pihak sekolah bersama orang tua sepakat untuk segera mengambil langkah cepat. “Orang tua mendesak agar kami tidak menunggu terlalu lama. Akhirnya kami putuskan siswa dipulangkan lebih awal pada pukul 10.00 WIB,” tambah Irwan.

Irwan memastikan bahwa meskipun dipulangkan lebih cepat, kegiatan pembelajaran tetap dilaksanakan secara daring melalui platform Google Meet dan Zoom. “Kami menjaga agar proses belajar tetap berjalan meski harus berpindah ke mode online. Memang mendadak, tapi ini langkah terbaik,” jelasnya.

Pihak sekolah juga memberlakukan protokol tambahan untuk memastikan keselamatan siswa. “Kami minta orang tua memastikan anak-anak sudah sampai di rumah dan melaporkannya ke sekolah. Ada sistem pencatatan khusus yang kami terapkan,” ujarnya.

Menurut Irwan, keputusan ini juga dilandasi kekhawatiran terhadap potensi risiko yang bisa timbul, mengingat usia siswa SMA yang relatif rentan terhadap ajakan atau provokasi di tengah kerumunan massa. “Kami tidak ingin ada siswa yang justru terbawa arus atau ikut terlibat. Keselamatan mereka adalah prioritas,” tegasnya.

Terkait regulasi, Irwan menjelaskan bahwa kebijakan ini tetap sesuai dengan arahan dari Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Jawa Barat, yang memberikan keleluasaan kepada sekolah untuk mengambil keputusan berdasarkan situasi di lapangan. “Tidak ada kewajiban dari Dinas untuk menerapkan pembelajaran daring, tapi dalam kondisi seperti ini kami ambil kebijakan sendiri demi keamanan,” katanya.

Pihak sekolah juga menegaskan telah memiliki dasar hukum yang kuat dalam menertibkan perilaku siswa. “Kami sudah buat MoU dan perjanjian disiplin antara sekolah, orang tua, dan siswa. Jika ada yang melanggar, tentu akan kami tindak sesuai aturan,” pungkas Irwan.

Langkah antisipatif ini menunjukkan komitmen SMAN 1 Cimahi dalam menjaga keseimbangan antara hak atas pendidikan dan keselamatan siswa di tengah dinamika sosial yang berkembang. (Gani Abdul Rahman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *