Bantuan RMP Rp. 26,7 Miliar Untuk Siswa Miskin di 2025 Tidak Cair, Diundur ke APBD 2026?…

TEROPONG INDONESIA- Kota Bandung-, Para kepala SMA/SMK swasta di kota Bandung kecewa, sebab hasil audiensi tidak sesuai harapan. Padahal sebelumnya pihak sekolah sudah berupaya mendukung program pemerintah kota Bandung untuk mengurangi angka putus sekolah dari siswa katagori miskin. Namun setelah dilaksanakan programnya, justru bantuan keuangan RMP yang semestinya tersalurkan ke mereka tahun ini tidak cair.

Hal itu terungkapkan saat Forum Kepala SMA Swasta bersama Forum Komunikasi Kepala SMK Swasta Kota Bandung beraudiensi dengan Dinas Pendidikan dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Bandung, perihal Bantuan Keuangan Rawan Melanjutkan Pendidikan / RMP untuk siswa miskin di Kota Bandung (25/8/2025)

Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandung, H. Iman Lestariyono, S.Si, S.H menyampaikan sejak tahun 2024 hingga 2025 bantuan keuangan RMP tidak cair.

Menurutnya berdasarkan kewenangan penyaluran bantuan untuk SMA/SMK adalah pihak pemerintah provinsi, sedang pihak pemerintah kota yang menyediakan anggarannya. Kalau keputusannya, anggarannya tidak tersalurkan, pasti ada kelalaian dalam memproses bantuan itu.

“Namun ada kesepakatan untuk dianggarkan kembali pada tahun 2026. Maka sama-sama kawal saja untuk ke depannya dan jangan putus pengharapan. Kami berharap juga pihak sekolah swasta terus berkomunikasi untuk memperjuangkan bantuan bagi siswa misikin di sekolahnya” ucapnya

Informasi yang dihimpun di ruang pertemuan tersebut, Bantuan RMP yang berjumlahnya Rp. 26,7 Miliar di tahun 2025 tidak cair, namun pihak legislatif dan eksekutif akan berupaya agar bantuan itu masuk pada APBD 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *