Teropong Indonesia, KOTA CIMAHI – Di tengah gempuran globalisasi dan derasnya arus informasi digital yang berpotensi menggerus nilai-nilai luhur bangsa, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Cimahi mengambil langkah strategis dengan menggulirkan Program Literasi Kebangsaan.
Kegiatan ini digelar di Aula Kecamatan Cimahi Selatan pada Kamis (31/7/2025) sebagai bagian dari upaya memperkuat karakter dan identitas nasional di kalangan generasi muda.
Program ini dirancang bukan sekadar sebagai forum edukatif, melainkan juga sebagai ruang reflektif mengajak pemuda untuk kembali menelaah dan memahami nilai-nilai fundamental Pancasila, konstitusi negara, dan sejarah panjang perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menegaskan urgensi revitalisasi wawasan kebangsaan di tengah pesatnya perubahan zaman. Ia menilai, penguatan nilai kebangsaan bukan sekadar tugas negara, melainkan panggilan sejarah bagi seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda.
“Pemahaman kebangsaan pada generasi muda harus ditingkatkan. Ini bukan sekadar tentang mengenal sejarah, tapi memahami makna perjuangan dan menjaga semangat persatuan dalam kehidupan berbangsa,” ujar Ngatiyana kepada wartawan.
Ngatiyana juga mengingatkan pentingnya membangun toleransi antarumat beragama dan antar-etnis, terlebih di Kota Cimahi yang dikenal sebagai kota dengan keberagaman suku dan budaya. Menurutnya, kegiatan semacam ini tidak boleh bersifat seremonial, melainkan harus berkesinambungan dan menyentuh aspek pendidikan karakter secara langsung.
Senada dengan itu, Ketua PC GP Ansor Kota Cimahi, Asep Abdulrahman, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi lintas lembaga antara GP Ansor, Kompolnas RI, Polres Cimahi, dan Pemerintah Kota Cimahi. Menurut Asep, kolaborasi ini merupakan bentuk nyata sinergi dalam mewujudkan Cimahi yang aman, toleran, dan berkarakter.
“Tujuan utama kami adalah membangun kesadaran kolektif, terutama di kalangan pemuda, agar mereka tidak tercerabut dari akar nilai-nilai bangsa. Ini juga bagian dari kontribusi kami dalam mendukung visi-misi pembangunan Kota Cimahi,” jelas Asep.
Lebih jauh, Asep mengungkapkan bahwa pihaknya akan terus mengembangkan program literasi serupa, termasuk literasi digital, guna merespons tantangan zaman yang semakin kompleks. Ia berharap pemuda Cimahi mampu menjadi agen perubahan yang tetap berpijak pada nilai-nilai Pancasila dan semangat kebangsaan.
“Melalui literasi kebangsaan dan digital, kami ingin memupuk kepedulian pemuda terhadap lingkungan sosial dan pemerintahan daerah,” tandasnya.
Program Literasi Kebangsaan ini menjadi contoh nyata bahwa pembinaan karakter tidak bisa lepas dari pemahaman sejarah dan ideologi bangsa. Di tengah derasnya arus disinformasi, hoaks, dan radikalisme digital, kegiatan seperti ini menjadi benteng pertahanan sekaligus kompas moral bagi generasi penerus bangsa. (Gani Abdul Rahman)





