TEROPONG INDONESIA – Dikemas melalui kegiatan Kontes Terbuka Seni Ketangkasan Domba Garut Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat melalui Dinas Perikanan dan Peternakan (Dispernakan) terus berupaya melakukan pembinaan dan pemberdayaan peternak di wilayahnya.
Tak tanggung-tanggung, kontes ternak tersebut diikuti sebanyak 340 pasang domba dari berbagai daerah di Jawa Barat.
“Seni ketangkasan ini bukan hadiah yang dicari, namun tujuan utamanya adalah pembinaan dan pemberdayaan peternak,” kata Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail didampingi Kepala Dispernakan KBB, Wiwin Aprianti saat ditemui di Pamidangan Cikawati, Desa Pakuhaji, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu 26 Juli 2025.
Menurutnya, peternak yang berdaya saing tinggi tentunya mampu melakukan pemeliharaan, pembibitan, memberikan pakan yang baik.
“Tentunya hal itu akan menghasilkan produk ternak yang lebih baik. Dengan ‘pintonkeun’ (menunjukkan), domba yang sangat istimewa, kualitasnya bagus, bibitnya murni tentu akan muncul apresiasi dari penghobi lain,” tuturnya.
Bahkan, yang bersangkutan bisa menghargai domba itu dengan nilai ekonomi tertentu. Namun, diperlukan sebuah kemasan dan arena untuk ‘mintonkeun’.
“Jadi keberadaan asosiasi peternak domba yang terhimpun dalam wadah Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia (HPDKI) sangat potensial untuk pemberdayaan peternak baik dari aspek manajemen maupun pengembangan,” paparnya.
“Dengan begitu bisa berkontribusi dalam mempercepat penerapan teknologi baru di bidang peternakan,” tambahnya.
Jeje menyebut, ada tiga tujuan penting dalam kegiatan ini, yakni meningkatkan motivasi dan semangat kerja peternak dalam budidaya ternak dan menggali potensi bibit-bibit ternak unggul di Bandung Barat.
“Menjaring ternak-ternak terbaik Bandung Barat yang akan diikutsertakan pada kontes ternak tingkat provinsi maupun nasional,” sebutnya.
Jeje mengklaim, prestasi Bandung Barat di bidang peternakan, khususnya ternak domba sudah sangat menggembirakan baik di tingkat provinsi maupun nasional.
“Khusus peternakan domba ini memainkan peran penting dalam ketahanan pangan, perekonomian daerah dan pemberdayaan masyarakat,” paparnya.
Sekretaris DPC HPDKI KBB, M. Mulyono mengatakan, gelaran ini merupakan bagian dari tradisi budaya dan kesenian Provinsi Jawa Barat, khususnya seni Ketangkasan Domba Garut yang sangat melekat di masyarakat.
“Komunitas pecinta seni ini, khususnya di Bandung Barat, cukup menjanjikan dan sangat besar jumlahnya,” kata Mulyono.
Mulyono menjelaskan, kegiatan ini terdiri dari dua agenda utama. Pertama, ini adalah babak kualifikasi Piala Presiden Seni Ketangkasan Domba Garut.
“Total ada enam putaran dimulai di Kabupaten Bandung, lalu Sumedang, Garut, sekarang di Bandung Barat, kemudian Majalengka, dan terakhir Cianjur. Finalnya akan dilaksanakan pada bulan September di Stadion Pakansari, Bogor,” jelasnya.
Untuk putaran yang sekarang ini, ungkap Mulyono, merupakan bagian dari proses kualifikasi, dengan mempertandingkan kategori kelas A, B, dan C. Ada sekitar 50 ekor domba terbaik yang nantinya akan mewakili wilayah masing-masing ke babak final di Bogor.
“Selain itu, kegiatan ini juga bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Kabupaten Bandung Barat ke-18. Maka dari itu, rangkaian acaranya juga termasuk perayaan HUT KBB, dan Alhamdulillah, bapak Bupati juga hadir membuka kegiatan ini,” ucapnya.
Mulyono menyebut, kegiatan ini berlangsung dua hari, Sabtu dan Minggu. Hari ini saja ada 170 pasang domba yang ikut serta. Total ada sekitar 500 ekor domba yang ditimbang malam sebelumnya, dan yang ditandingkan sekitar 340 ekor atau 170 pasang.
“Peserta datang dari berbagai wilayah di Jawa Barat. Meskipun kita sebagai tuan rumah di Bandung Barat, peserta juga datang dari Majalengka, Garut, Pangandaran, Tasikmalaya, Sumedang, Subang, Sukabumi, dan Cianjur,” sebutnya.
“Dari Bandung Barat sendiri cukup mendominasi, dari total 170 pasang domba, sekitar 100 pasang berasal dari wilayah Bandung Barat seperti Cililin, Cihampelas, Sindangkerta, Lembang, Cisarua, Padalarang, dan Cikalongwetan,” tandasnya. ***





