Ragam  

Tatag, Teteg, Tutug & Asih, Asah, Asuh

Penulis: Dwi Arifin (Jurnalis Media Cetak dan Online di Banyumas Jateng dan Bandung Jabar)

Kumpulan kata penuh makna, seperti tatag, teteg & tutug mudah ditemui dalam sastra jawa. Sedangkan kata-kata, asih, asah & asuh cenderung populer di masyarakat sunda.

Dalam suku Jawa, tatag bisa diartikan kemampuan untuk menumbuhkan potensi diri untuk kemandirian. Teteg erat hubungannya dengan kemampuan untuk menghadapi berbagai rintangan yang akan menghadang atau menghambat. Sedangkan tutug lebih difokuskan kepada upaya untuk ketuntasan atau mencapai sesuatu yang diharapkan.

Dalam suku Sunda, asih bisa diartikan sikap menumbuhkan kasih sayang atau kepedulian sesama manusia. Asah erat hubungannya dengan menggali potensi atau talenta dalam diri, orang-orang yang ada di sekitar. Sedangkan asuh cenderung kepada kemampuan membimbing atau kesiapan dibimbing oleh orang yang dapat mengarahkan kepada suatu pencapaian.

Jika disimpulkan, maka tatag, teteg, tutug & asih, asah, asuh ialah berbagai upaya yang dilandasi kasih sayang atau kepedulian, untuk bersama-sama mengembangkan potensi atau talenta dalam diri, bergotong royong menghadapi tantangan atau hambatan untuk mencapai yang dicita-citakan.

Namun konsep tersebut seolah-olah telah memudar atau terkikis, karena tumbuhnya rasa egois yang tinggi antar kelompok, hilangnya kepedulian terhadap sesama atau menganggap orang sekitar sebagai pesaing. Padahal hal yang saat ini sering disosialisasikan sebagai landasan pembangunan untuk masyarakat ialah konsep pentingnya kolaborasi.

Maka dengan pengetahuan atau pemahaman konsep yang sejak dulu dipertahankan di suku Sunda dan Jawa itu, sebagai landasan membangun masyarakat yang mandiri hingga sejahtera. Sudah semestinya dipraktekan kembali atau ditumbuhkan dalam diri dan lingkungan terdekat.

“Karena pada dasaranya manusia atau masyarakat yang ideal atau paripurna, terbentuk hasil dari proses mengikuti keteladanan orang-orang terdahulu atau melanjutkan peran untuk meneruskan kebaikan mereka”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *