Foto Ketua DPD PSI Kota Sukabumi Tidak Tampak Dalam Billboard Ucapan Tahun Baru Yang Dipasang di Sekitar Jln Perintis

TEROPONG INDONESIA, KOTA SUKABUMI –  Relawan Merah (Merawat Mawar Merekah) bersama sejumlah kader DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Sukabumi, memasang billboard ucapan hari Natal dan Tahun Baru, di Jalan Perintis Kemerdekaan, pada Rabu (25/12/2024).

Pada billboard tersebut terpampang kartun atau animasi bergambar Ayep Zaki-Bobby Maulana yang memperoleh suara tertinggi dibandingkan dua kandidat lainnya, dan animasi Presiden dan Wakil Presiden RI, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Selain itu, di bagian bawah berderet foto sejumlah kader PSI Kota Sukabumi mengenakan pakaian berwarna merah berlambang mawar mirip seragam PSI. Namun, tidak nampak foto Ketua DPD PSI Kota Sukabumi, Fauzie Hikmatussalam Sutrisna.

Ketua relawan merah sekaligus pengurus DPD PSI Kota Sukabumi, di Bidang Waka Sarana dan Prasarana, Pancha Mada Priambodo Surbakti membenarkan, bilboard tersebut dipasangan oleh relawan merah dan kader PSI.

“Iya, itu dipasang oleh relawan merah dan kader PSI yang pro terhadap Ayep Zaki-Bobby Maulana serta ikut berjuang dalam memenangkan kontestasi Pilkada 2024,” ujar Pancha.

Pria yang akrab disapa Bro Pancha Muda ini menyatakan, billboard tersebut dipasang sebagai bentuk solidaritas terhadap antar umat beragama yang tengah merayakan hari natal.

“Ini bentuk solidaritas dan toleransi kami terhadap lintas agama,” paparnya.

Adapun terpampang kartun Ayep Zaki-Bobby Maulana, dirinya menyatakan itu bukan berarti mengenakan pakaian dinas resmi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sukabumi, sehingga menjadi masalah.

“Menurut saya itu sah sah saja ya. Toh itu bentuk kartun atau animasi kok. Namanya anak muda jiwa kreatifnya selalu ada,” tukasnya.

Klasifikasi terkait Baliho berukuran besar itu Ketua DPD PSI Kota Sukabumi, Fauzie Hikmatussalam Sutrisna S.kom. M.ikom. Ia menyebut yang memasang gambar atau billboard itu bukan oleh kader atau anggota PSI Kota Sukabumi.

“Terkait gambar atau visualiasi itu, pertama bukan kader atau anggota PSI Kota Sukabumi. Adapun seseorang yang ada di sana (Pancha, red), pernah menjadi calon anggota legislatif di PSI,” ucapnya.

Ia menegaskan, Pancha bukan lagi anggota atau kader PSI, karena keanggotaannya dan nomor KTA-nya sudah dicabut sesuai dengan perintah DPP. Hal ini atas perintah DPP PSI yang menekankan apabila dalam perhelatan Pilkada 2024 ada kader yang tidak selaras, maka dicabut keanggotaanya.

“Pada bulan Juni 2024 keanggotaanya, termasuk nomor KTA sudah kami cabut sesuai dengan instruksi DPP, karena DPP menekan apabila Pilkada ada kader yang tidak sesuai dengan arahan DPP maka itu dicabut,” tegasnya.

Lanjut Fauzie, pihaknya akan melayangkan surat teguran terhadap yang bersangkutan. Sebab menggunakan atribute PSI dan mengaku masih sebagai kader PSI.

“Nanti kita akan melayangkan surat teguran, karena menggunakan atribut PSI dan mengaku kader dan anggota DPD PSI Kota Sukabumi. Sodara Pancha resmi tidak menjadi anggota PSI per Juni 2024,” imbuhnya.

Menurutnya, hal itu bisa dilihat atau dibuktikan di aplikasi sipol KPU, nama Pancha Mada Priambodo Surbakti itu sudah tidak ada di PSI.

“Mungkin personal ini tidak mengetahui aturan secara kepartaian, tidak mengetahui atau aturan berorganisasi,” tandasnya (rifal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *