Warga dan Unsur Pemerintahan Berkolaborasi Gelar Aksi Penataan Lingkungan di Wilayah Kelurahan Karang Tengah

TEROPONG INDONESIA, KOTA SUKABUMI – Sesuai dengan rencana, hari ini, Minggu (11/08/2024), Pemerintah Kelurahan Karang Tengah, Kecamatan Gunung Puyuh, Kota Sukabumi, bersama dengan dinas terkait dan warga masyarakat dari 17 ke RW an diwilayah tersebut melaksanakan kegiatan aksi penataan lingkungan disekitar ruas Jalan Merbaboe.

Menurut Ketua LPM Kelurahan Karang Tengah, Usman, S.Ag., M.Si, kegiatan kerja bakti tersebut sebagai tindak lanjut dari berbagai keluhan masyarakat terkait dengan kondisi mengkhawatirkan disekitar Jalan Merbaboe, terutama diwilayah RW 10.

Disebutkan, selain dalam keadaan rusak parah, dimana lubang – lubang berukuran besar menghiasi beberapa titi, ruas jalan tersebut juga menjadi terkesan angker, akibat dikedua sisi jalan tersebut banyak tumbuh pohon rambatan dan bambu liar.

Usman mengaku bersyukur dengan antusiasme masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan penataan lingkungan tersebut, dimana direncanakan tiap ke RW an diwakili oleh 3 orang, namun pada pelaksanaannya jumlah yang hadir melebihi dari yang diestimasikan sejak awal.

“Sangat menggembirakan, selain kehadiran dari dinas – dinas terkait seperti Dinas Perhubungan, BPBD, DLH, Polsek dan karang taruna, bahkan pihak Puskesmas setempat, ternyata wargapun sangat antusias terlibat dalam aksi penataan lingkungan ini,” ujarnya.

Awalnya, lanjut Usman, pihaknya meminta setiap RW untuk mengirimkan 3 orang warganya, untuk berpartisipasi dalam aksi tersebut, namun ternyata yang hadir pada pelaksanaannya jumlahnya melebihi dari yang diestimasikan diawal.

Menurutnya, ini membuktikan bahwa masyarakat memiliki tingkat kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan sekitarnya dan perlu untuk terus ditingkatkan.

“Selama ini kan tingkat keswadayaan ditingkat RW sudah bagus, tinggal bagaimana hal ini ditingkatkan ke level kelurahan, dan hari terbukti nilai – nilai kesetiakawanan, soliditas diantara masyarakat sangat luar biasa,” imbuhnya.

Selanjutnya, terkait partisipasi dari pihak pelaku usaha yang turut memanfaatkan lokasi tersebut sebagai bagian dari sarana usahanya, dia mengaku belum melihat keterlibatannya, padahal, lanjutnya, mereka punya andil tanggung jawab terhadap kondisi lingkungan karena ini memyangkut fasilitas kepentingan usahanya.

“Seharusnya pelaku usaha bisa memanfaatkan momen ini, karena kalau mereka menginisiasi partisipasi warga untuk kepentingan sendiri itu akan sulit, misal ketika saluran mereka terganggu akibat pohon tumbang atau sebab lainnya,” tambah Usman seraya mengajak pihak pelaku usaha untuk ikut aktif terlibat dalam aksi penataan lingkungan tersebut. (Rifal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *