Mangga Gedong Gincu Asli Sumedang, Manis Ada rasa Asam-asam Segar

TEROPONG INDONESIA-, Awalnya petani mangga di sentra perkebunan mangga Kabupaten Sumedang, Jawa Barat  hanya menyebut mangga Gedong saja. Mangga yang masih mentah, setengah matang dipetik untuk dijual. Mangga yang matang di pohon dipetik tapi tidak dijual, dipisah dan diberikan begitu saja kepada orang yang lewat.

Pada Tahun 2000,  petani mencoba menjual mangga yang matang di pohon.  Petani melihat mangga yang matang saat sampai di tempat perkulakan ternyata dipisah oleh bandar dan dijual dengan harga yang lebih mahal. Padahal petani menjualnya dengan harga sama dengan mangga setengah matang.

Mangga Gedong yang matang di pohon berwarna kemerahan bercampur kuning.  Sedangkan yang dipetik setengah matang hanya berwarna kuning saja  saat sudah matangnya.  Mangga Gedong yang matang di pohon warna merahnya seperti gincu, pewarna bibir, lipstick. Saat itulah muncul istilah mangga Gedong Gincu.

Harga mangga Gedong Gincu  lebih mahal dua kali lipat dibanding yang dijual setengah matang. Tingkat kematangan di pohon harus 85 persen ke atas dan terlihat warna merah seperti gincunya. Sejak saat itulah, petani di sentra mangga Jatigede, Tomo dan Ujungjaya hanya menjual mangga yang matang di pohon.

Mangga Gedong Gincu yang dihasilkan Sumedang memiliki rasa yang khas berbeda dengan mangga dari daerah lainnya seperti Indramayu dan Cirebon.  Rasa mangga Gedong Gincu Sumedang beraroma harum, manis juga ada rasa asam segar sedangkan mangga Indramayu atau Cirebon hanya manis saja.

Baca Juga :  Baznas Jateng Bersama BPBD Banyumas Salurkan Bantuan Air Bersih di Panusupan Cilongok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *