Menparekraf Apresiasi Politeknik Pariwisata NHI Bandung Peroleh Akreditasi Unggul dari BAN-PT

TEROPONG INDONESIA-, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno mengapresiasi Politeknik Pariwisata NHI Bandung yang kembali mencatatkan prestasi membanggakan dengan mendapatkan penilaian predikat “Unggul” pada Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) dengan nomor 1067/SK/BANPT/Ak/PT/XII/2023. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (8/12/2023), menjelaskan akreditasi “Unggul” yang diperoleh Poltekpar NHI Bandung akan berlaku sampai dengan 5 Desember 2028.

Foto ilustrasi dok. Kemenparekraf
“Meraih akreditasi ‘Unggul’ bukan sebuah hal yang mudah, dibutuhkan konsistensi dan komitmen bersama dari seluruh civitas akademika. Kita harus menciptakan kualitas belajar yang baik, dimulai dari para tenaga pendidik dan didukung oleh pihak pegawai dan manajemen. Semoga dengan akreditas ini menjadi motivasi untuk menjadi lebih baik lagi memberikan pelayanan pendidikan, penelitian, dan pengabdian bagi mahasiswa dan masyarakat,” kata Menparekraf Sandiaga.

Direktur Poltekpar NHI Bandung, Andar Danova L. Goeltom, mengatakan jika dahulu sistem akreditasi menggunakan nilai A, B, atau C, maka regulasi yang dipakai dalam akreditasi perguruan tinggi saat ini adalah menggunakan predikat “Unggul” sebagai akreditasi terbaik, sementara untuk level di bawahnya menggunakan predikat ‘Baik Sekali’ dan level paling bawah adalah ‘Baik’. “Untuk memperoleh predikat akreditasi ‘Unggul’ tersebut bukan hal yang mudah, karena sebuah perguruan tinggi harus memenuhi sejumlah persyaratan yang memang mutlak harus terpenuhi,” kata Andar.

Persyaratan yang dimaksud antara lain meliputi ketercukupan jumlah dosen tetap, jumlah mahasiswa baru dalam kurun waktu lima tahun terakhir, batas maksimum dosen tidak tetap, rasio jumlah mahasiswa terhadap jumlah dosen tetap, termasuk juga persyaratan yang terkait dengan persentase mahasiswa yang lulus tepat waktu dalam menempuh studinya serta persentase keberhasilan studi oleh mahasiswa. Selain itu jumlah lulusan, akreditasi program studi, kualifikasi akademik dosen tetap yang memiliki NIDN atau NIDK dan mempunyai gelar doktor/doktor terapan/spesialis, dosen tetap yang memiliki NIDN atau NIDK yang mempunyai jabatan akademik guru besar, lektor kepala, dan lektor menjadi syarat yang harus tercukupi.

Baca Juga :  Ramadhan Momen Memupuk Empati Jiwa Sosial

Andar menjelaskan manfaat jika sebuah perguruan tinggi memiliki akreditasi unggul, yakni perguruan tinggi telah memenuhi standar kualitas yang ditetapkan pemerintah. “Ini memberikan jaminan kepada mahasiswa bahwa mereka akan mendapatkan pendidikan yang baik dan relevan,” kata Andar. Dan, pencapaian predikat penilaian unggul ini menunjukkan komitmen yang kuat dari Politeknik Pariwisata NHI Bandung dalam meningkatkan kualitas pendidikan yang diberikan kepada mahasiswa serta memperkuat infrastruktur akademik dan administratifnya.

Hal ini juga menjadi pengakuan terhadap upaya institusi dalam menyediakan lingkungan belajar yang sesuai dan memenuhi standar yang telah ditetapkan oleh otoritas pendidikan tinggi di Indonesia. Prestasi ini tentu saja akan memberikan dampak positif bagi Poltekpar NHI Bandung, seperti peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan yang ditawarkan, daya saing yang lebih baik dalam menyediakan tenaga kerja yang berkualitas di sektor pariwisata, serta kesempatan untuk menjalin kemitraan yang lebih luas baik di tingkat nasional maupun internasional.

Di lain kesempatan, disampaikan oleh Prof. Slamet Riyadi selaku Dewan Eksekutif BAN-PT, bahwa Politeknik Pariwisata NHI Bandung ini menjadi satu-satunya Politeknik Pariwisata di Indonesia yang memiliki Akreditasi Unggul.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *