Menko Polhukam Sampaikan 10 Poin Perkuat Sinergitas Hadapi Karhutla

(Teropong Indonesia)-, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Moh. Mahfud MD menyampaikan 10 poin yang perlu dilakukan untuk menguatkan sinergitas dalam menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Hal ini disampaikan Menko Polhukam saat memipin Rapat Koordinasi Khusus (Rakorsus) Peningkatan Upaya Penanggulangan Karhutla Pada Masa El-Nino Tahun 2023 di Gedung Manggala Wanabakti KLHK, Jakarta, Senin (9/10/2023).

“Menyikapi perkembangan karhutla yang luar biasa pada masa El-Nino ini, kita perlu mengambil langkah yang lebih masif. Oleh karena itu, saya kembali meminta kepada seluruh Kementerian/Lembaga, Panglima TNI dan Kapolri, Kepala Daerah, Pangdam, Danrem, Kapolda dan stakeholder/perusahaan serta masyarakat untuk semakin meningkatkan kerjasama dan saling bahu membahu dalam upaya untuk menanggulangi karhutla,” kata Menko Mahfud.

Sesuai Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Karhutla, Menko Polhukam dalam rakorsus tersebut mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus menguatkan sinergitas dalam menghadapi karhutla dengan mempedomani 10 poin berikut:

1. Memonitoring kejadian karhutla dengan menggunakan potensi sumber daya yang ada di wilayah masing-masing dan meningkatkan patroli rutin bersama, serta memanfaatkan teknologi untuk memantau titik hotspot agar selalu update dengan perkembangan karhutla.

2. Para Kepala Daerah dan Forkopimda agar selalu memantau prediksi iklim dan cuaca dari BMKG, serta kerahkan seluruh sumber daya untuk melakukan penanggulangan karhutla dengan berkoordinasi bersama pemerintah pusat.

3. Bagi daerah yang mengalami kejadian karhutla yang masif agar segera menetapkan Status Siaga Darurat atau Tanggap Darurat Bencana Karhutla agar penanggulangan karhutla dapat segera didukung sumber daya dari Pusat.

4. Jangan biarkan api membesar, segera lakukan pemadaman dini dengan seluruh unsur satuan wilayah, aparat daerah, stakeholders, masyarakat pada tingkat desa/tapak. Serta sinergikan pemadaman melalui darat dan udara agar api dapat dipadamkan sesegera mungkin dengan mengunakan metode yang tepat.

Baca Juga :  Bertemu Pengusaha Amerika, Bupati Tiwi Optimis Purbalingga Lebih Banyak Ekspor Gula Kelapa

5. Alasan klasik seperti tidak tersedianya anggaran jangan jadi penghalang. Sehingga kepada Menteri Keuangan mohon tetap mengalokasikan anggaran bagi penanggulangan karhutla di masing-masing Kementerian/Lembaga yang terkait secara proporsional. Pemda pun harus mengalokasikan anggaran masuk dalam APBD masing-masing.

6. Tingkatkan kapasitas tenaga dan sarana prasarana karhutla yang dimiliki Pemerintah maupun swasta.

7. Segera bentuk satgas gabungan yang dikomandoi oleh Gubernur dan Bupati/Walikota sehingga koordinasi antara Kementerian/Lembaga di tingkat pusat dan daerah terjalin dengan baik.

8. Lakukan langkah penegakan hukum yang tegas, termasuk kepada para pemegang izin yang menelantarkan lahannya.

9. Tetap lakukan penataan ekosistem gambut dalam Kawasan Hidrologis Gambut. Jaga jangan sampai kering.

10. Seluruh Kementerian/Lembaga sesuai dengan tugas dan fungsinya, utamanya yang tergabung dalam Inpres No. 3 Tahun 2020, agar mendukung dan mengerahkan segenap sumber daya yang dimiliki untuk penanggulangan karhutla di daerah.

Terkait dengan peningkatan penyakit akibat kabut asap di berbagai daerah, Menko Polhukam meminta seluruh pihak terkait agar saling membantu dan bekerjasama guna melakukan langkah-langkah antisipatif, seperti menetapkan kebijakan sekolah daring di wilayah terdampak.

Mahfud pun mengapresiasi seluruh unsur yang telah bekerja keras menghadapi ancaman karhutla selama 4 tahun terakhir. Dirinya berharap agar upaya penanggulangan karhutla dapat dipertahankan dan terus ditingkatkan mengingat fenomena El-Nino yang diprediksi akan berlangsung hingga awal tahun 2024.

“Dengan adanya El-Nino kita dihadapkan dengan kondisi yang lebih berat di mana kita tidak hanya mengalami peningkatan karhutla namun juga kekeringan di berbagai daerah. Mari melalui upaya ini, kita pertahankan dan selalu tingkatkan, serta terus saling bekerja sama secara sinergis, agar kita semua dapat melalui puncak musim kemarau dan El-Nino ini dengan baik,” kata Menko Mahfud.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *