Budaya Baca Terbukti Menyehatkan Akal, Kecanduan Handphone Dapat Merusak Mental

Teropong Indonesia (Kota Bandung)-, Budaya membaca, baik berupa kitab, buku, koran, majalah dan bahan bacaan lainnya adalah aktivitas yang menyehatkan otak. Karena melalui aktifitas membaca itu dapat mencegah penyakit demensia atau sindrom yang berkaitan dengan penurunan kemampuan otak yang ditandai dengan daya ingat berkurang atau pikun.

Kepala Bidang Bina Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Jabar, Asep Nandang Rasadi S.I.P mengungkapkan “Alhamdulillah orang tua saya sudah berumur 84 tahun lebih, tapi bapak tidak pikun. Mungkin karena suka membaca, diantaranya membaca majalah berbahasa sunda Mangle. Jadi saat ini rutin mengirimkan ke orang tua setiap edisi Majalah Mangle terbitan Bandung,”ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, setelah Diskusi Pilkades Serentak di Jabar bersama media cetak dan online (1/6/2023)

Menurutnya budaya membaca sebagai warisan orang tua terdahulu sangat positif, jika dilanjutkan oleh generasi muda saat ini. “Kalau dibandingkan dengan banyak main Handphone, lebih baik rutin membaca. Saya lihat banyak perubahan mental ke arah yang lebih negatif atau buruk bagi generasi muda sekarang, karena kecanduan terhadap aplikasi di handphonenya. Intinya budaya baca terbukti menyehatkan akal, sedangkan kecanduan Handphone dapat merusak mental,”katanya

Sedangkan menurut Yadi Karyadi, Sekertaris Redaksi Majalah Mangle, Dra. Hj. Popong Otje Djundjunan atau biasa dipanggil Ceu Popong (lahir 30 Desember 1938) adalah seorang politikus Indonesia dan tokoh yang mahir berbahasa sunda memiliki budaya baca yang istimewa. Beliau menjadi anggota DPR RI dari Partai Golkar selama 5 periode yakni sejak 1987 hingga 1999 dan 2009 hingga 2019. Sehingga sempat disebut sebagai anggota DPR RI tertua.

“Ceu Popong itu, kalau baca majalah berbahasa Sunda Mangle. Tidak langsung baca beritanya, tapi mengisi dulu halaman teka-teki silangnya, setelah selesai baru baca beritanya,”ucapnya

Baca Juga :  Sekolah Swasta Gratiskan 10% Pelajar Dhuafa & Pendirian Sekolah Negeri Perlu Kordinasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *