Dijelaskan Yuddy, dalam mengimbangi kebijakan suku bunga acuan yang terus mengalami kenaikan, Bank BJB terus melakukan manajemen likuiditas yang baik, agar likuiditas tetap ample dengan biaya dana yang manageable, sehingga lebih efisien dalam biaya dana.
Berbagai kondisi keuangan Bank BJB yang semakin membaik tersebut, didukung berbagai perbaikan di sektor kredit. Di 1Q 2023, kredit konsumer tumbuh 5,8 persen yoy menjadi Rp 66,2 trilliun, yang merupakan segmen dengan porsi terbesar yaitu 61,1 persen terhadap total kredit yang disalurkan.
Pada segmen KPR terus tumbuh khususnya pada KPR bersubsidi, sehingga mendorong pertumbuhan sebesar 16,3 persen yoy menjadi Rp 9,4 trilliun. Adapun untuk tahun 2023 Bank BJB memeroleh kuota FLPP sebanyak 8.000 unit.
Di sektor UMKM tumbuh 10,3 persen menjadi Rp 6,8 trilliun. Sektor ini didorong oleh penyaluran mikro yang tumbuh dengan baik, yakni 20 persen yoy, termasuk di dalamnya penyaluran KUR, dan Bank BJB tahun ini diberikan kuota sebesar Rp 3 trilliun.





