Wartawan Memiliki 4 Tujuan Seperti Ulama?…

Anas bin Malik raḍiyallāhu‘anhu meriwayatkan sebuah hadis dari rasulullah ṣallallāhu‘alaihi wa sallam, bahwa beliau bersabda,

إِنَّ مِنْ النَّاسِ ناسا مَفَاتِيحَ لِلْخَيْرِ مَغَالِيقَ لِلشَّرِّ ، وَ إِنَّ مِنْ النَّاسِ ناسا مَفَاتِيحَ لِلشَّرِّ مَغَالِيقَ لِلْخَيْرِ ، فَطُوبَى لِمَنْ جَعَلَ اللَّهُ مفتاحَ الْخَيْرِ عَلَى يَدَيْهِ ، وَوَيْلٌ لِمَنْ جَعَلَ اللَّهُ  مفتاحَ الشَّرِّ عَلَى يَدَيْهِ

Sesungguhnya diantara manusia, ada orang yang menjadi pembuka pintu kebaikan dan penutup pintu keburukan, namun ada juga orang yang menjadi pembuka pintu keburukan dan penutup pintu kebaikan. Maka berbahagialah orang-orang yang Allah jadikan kunci kebaikan ada pada kedua tangannya. Dan celakalah orang-orang yang Allah jadikan kunci keburukan ada pada kedua tangannya” (HR Ibnu Majah, dan selainnya, dihasankan oleh Syaikh Al-Albani dalam Ash-Shahihah).

“Wartawan dan ulama memiliki potensi dan fungsi yang sama di tengah masyarakat. Di antaranya ialah menyampaikan kebaikkan, menyebarkan syariat Islam melalui media massa atau karya jurnalistiknya, Amar makruf nahi mungkar dan berupaya mencari rizki yang halal”

Hal itu dijelaskan oleh Ustadz Asep Munawar S.Ag, dari lembaga pendididikan Nurul Huda Soreang saat memberikan ceramahnya yang bertema “Meraih Berkah Dengan Konsep Usaha Berjama’ah”. Dihadiri media cetak & online di kantor sekertariatnya, Jl-Terusan Al Fathu, Kopo KM 17, Linggahara II, F12, Soreang Bandung (5/4/2023)

Menurutnya Amar makruf nahi mungkar dalam (bahasa Arab: الأمر بالمعروف والنهي عن المنكر, al-amr bi-l-maʿrūf wa-n-nahy ʿani-l-munkar) adalah sebuah frasa dalam bahasa Arab yang berisi perintah menegakkan yang benar dan melarang yang salah. Bisa juga diartikan amar ma’ruf artinya menyuruh orang berbuat baik, sementara nahi munkar artinya melarang orang berbuat yang jahat.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman di dalam surat Ali Imran ayat 104 yang artinya, “Hendaklah ada di antara kamu orang-orang yang selalu mengajak orang berbuat baik dan melarang orang berbuat jahat. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung,”

Baca Juga :  Nilai-nilai Kepahlawanan Ratu Kalinyamat di Jepara Dorong Perempuan untuk Bangkit

Pada dasarnya Kita semua punya kewajiban untuk menyuruh orang berbuat baik atau memberikan keteladanan melaksanakan kebaikkan dan melarang orang berbuat munkar. Walaupun faktanya memang menyuruh orang berbuat baik adalah hal yang mudah untuk dilakukan. Sebaliknya melarang orang berbuat munkar adalah hal yang sulit untuk dilakukan. Tapi bagaimanapun juga keduanya ini adalah ajaran Allah yang harus kita laksanakan jika kita ingin dikelompokkan bersama orang-orang yang terbaik.

Ustadz Asep Munawar S.Ag, juga mengingatkan selain itu yang paling penting dalam mencari nafkah harus dengan melalui proses yang halal. “Jadi yang diutamakan atau diprioritaskan menjadi tujuan ialah bukan tentang bagaimana cara mengumpulkan banyak jumlahnya, tetapi tentang bagaimna mencari berkahnya. Dan jangan lupa bahwa harus meyakini yang memberikan rizki itu Alloh, bukan orang kaya yang menjadi mitra kerjanya. Mereka hanya perantara saja, bukan sebagai sandaran sebuah harapan dalam menjemput rizki,”katanya

Kegiatan ceramah tersebut dalam rangka membangun kesinergisan program kerja dan keharmonisan antar anggota untuk kemajuan organisasi profesi “Jurnalis Independen Bersatu”, dengan menyelenggarakan acara Buka Bersama di Ramadhan 1444 Hijriah dan Launching program “Pelestarian Bahasa Daerah dan Penguasaan Bahasa Asing Melalui Media Massa Berbasis Jurnalistik”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *