TEROPONG INDONESIA, KOTA SUKABUMI – Menyusul kabar yang cukup menghebohkan terkait ditemukannya 5 orang anak pengidap Stunting diwilayah RW 10 Kelurahan Karang Tengah, Kecamatan Gunung Puyuh Kota Sukabumi, para Ketua RW dan Pengurus Pos Yandu sepakat mengalokasikan dan Program P2RW untuk peningkatan pelayanan di Pos Yandu.
Ketua LPM Kelurahan Karang Tengah, Usman, M.Ag., M.Si, menyebut, banyak faktor yang menjadi penyebab tingginya kasus stunting seperti yang terjadi di wilayah RW 10 tersebut, antara lain pola hidup dan pola makanan bergizi pada keluarga yang bersangkutan.
“Angka 5 untuk jumlah anak yang terkena stunting ini sangat luar biasa, banyak faktor yang jadi penyebabnya, disamping pola hidup dan pemberian makanan bergizi dari keluarga tersebut, mungkin karena sarana dan prasarana pos yandu nya yang kurang memadai,” ucapnya, saat ditemui diruangkerjanya, Senin (26/08/2024).
Berkaitan dengan hal tersebut, lanjutnya, maka, para Ketua RW dan pengurus Pos Yandu di Kelurahan Karang Tengah sepakat mengalokasikan dana P2RW nya digunakan untuk membangun pos yandu di RW 10 sebagai salah satu upaya menuntaskan masalah stunting tersebut.
“Sebenarnya kebutuhan selain pos yandu juga masih banyak, namun karena ini bersifat mendesak dalam upaya melakukan pencegahan dan penuntasan masalah stunting, maka didahulukan,” tambahnya.
Usman mengaku sangat mengapresiasi respon positif dari masyarakat terhadap rencana tersebut, selain menyatakan siap berswadaya, ada salah satu warga yang secara sukarela mewakafkan tanahnya seluas 6 x 9 meter persegi untuk pembangunan pos yandu.
“Dana P2M sebesar Rp.22,5 juta, sebenarnya tidak memadai untuk pembangunan sebuah pos yandu yang refresentatif, namun karena ada kesadaran kolektif dari masyarakat, maka kita optimis bisa,” tambahnya.
Usman menduga, tingginya angka stunting di RW 10, akibat kondisi pos yandu nya yang kurang memadai dibanding dengan pos yandu – pos yandu yang ada di ke RW an lain.
Jadi, lanjutnya, mumpung ada lahan dan kesiapan masyarakat berswadaya, kita berdayakan program P2RW, untuk pembangunan pos yandu.
“Mumpung ada keleluasaan, program P2RW ini kan, memberikan keleluasaan sepenuhnya kepada masyarakat untuk memanfaatkan dana P2RW sesuai dengan yang menjadi prioritas masyarakat,” tandasnya.
Sementara, Ketua RW 10, Ustadz Muhammad Yusuf mengaku sangat terbantu dengan adanya program P2RW, dalam menangani kasus stunting diwilayahnya.
“Untuk menuntaskan masalah stunting ini, kami sudah memiliki beberapa sarana, seperti MCK, sarana pembuangan air besar, got dan septitank di 12 titik, bantuan dari program oasis Kementerian PUPR,” ungkapnya. (Rifal)





