TEROPONG INDONESIA-, Ada banyak cara sekolah melaksanakan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Salah satunya melalui kerjasama lintas negara seperti dilakukan SMK N 2 Baleendah bekerja sama dengan LION (Local Initiative for Occupational Safety and Health Network) Indonesia dan didukung oleh TOSHC (Tokyo Occupational Safety and Health Centre), Jepang. Melalui program WINDY (Work Improvement in Neighbourhood Development for Youth) yang pertama kali diinisiasi di Vietnam, sekolah ini berhasil menginisiasi lingkungan belajar yang sehat, aman, dan berkelanjutan.
Festival WINDY merupakan acara puncak dari pelaksanaan P5 di sekolah yang mengedepankan perbaikan-perbaikan untuk lingkungan sekolah yang dilakukan oleh guru dan siswa. Program ini bertujuan untuk memberi kesempatan kepada para peserta didik untuk mempelajari isu-isu penting di sekitar. Isu-isu penting yang sering diangkat oleh sekolah yang telah menerapkan WINDY adalah isu pencegahan perubahan iklim. Perubahan iklim telah berdampak pada kehidupan manusia tanpa terkecuali. Program WINDY mendorong aksi perbaikan dengan menggunakan Daftar Aksi Perbaikan (Action Checklist) yang digunakan oleh guru dan siswa dengan beragam tema. Tema-tema di dalam daftar aksi diusulkan oleh warga sekolah dalam implementasi WINDY diantaranya tema “Lingkungan yang Nyaman dan Aman,”Penyimpanan Alat dan Material”, “Ramah Lingkungan dan Penerapan 3R”, “Hemat Energi/Pencegahan Perubahan Iklim Global”, dan “Lingkungan Sosial yang Ramah Anak”.
Dengan menerapkan Program WINDY lingkungan sekolah menjadi lebih baik, suasana belajar mengajar menjadi lebih nyaman. Yang terpeting lagi adalah terjalin kerja sama yang erat antara guru dan siswa, kemudian siswa dengan siswa. Program WINDY sudah berjalan selama empty (4) tahun di Indonesia, khususnya di Kota/Kabupaten Bandung. Program WINDY pertama kali diperkenalkan ke Pondok Pesantren Assuruur, Kabupaten Bandung (2020 – 2021).
Pencapaian yang telah dilakukan WINDY bersama program P5 adalah memberikan pelatihan kepada total 150 guru, 2.700 siswa dan lebih dari 1.000 perbaikan mandiri di empat (4) sekolah di atas. Seperti hari ini SMK N di Baleendah melakukan kegiatan WINDY Festival dengan menampilkan perbaikan-perbaikan yang dilakukan di sekolah atas dasar inisiasi siswa. Semoga Program WINDY dapat terus mendorong pelaksanaan program P5 sehingga siswa memiliki wawasan Pancasila yang baik dan peka akan melakukan perbaikan dimanapun mereka berada.





