Teropong Indonesian, KOTA ClMAHI – Memperingati HUT RI ke 80, dalam penurunan sang saka merah putih di lapangan Rajawali Kota Cimahi, Wakil Wali Kota Cimahi, Adithia Yudhistira menegaskan refleksi dari delapan dasawarsa ini adalah pengentasan banjir.
Hal itu diungkapkannya saat ditemui Teropong Indonesian usai penurunan bendera.
Menurut Adhitia, khususnya untuk Kota Cimahi, refleksi yang diterapkan khususnya seperti penanggulangan banjir di Cimahi.
“Ya, kalau banjir itu kompleks dan teknis sekali, penyelesaian banjir tidak bisa diselesaikan secara parsial. Mau secara makro, mikro, harus dikerjakan semuanya,” ujarnya.
Ia melanjutkan, secara mikro mulai tahun depan akan pihaknya kerjakan, seperti normalisasi drainase, lalu penanggulangan banjir di Amir Mahmud, di Jalan Industri atau Cilember kita terus fokuskan.
“Khusus untuk Melong tetap kita harus sinergi, kolaborasi dengan lintas regional,” tegasnya.
Adhitia juga menekankan, dalam memperingati hari kemerdekaan tahun ini di Kota Cimahi, sesuai dengan tema ‘Bersatu Berdaulat Rakyat Sejahtera Indonesia Maju, ia mengajak untuk mengisi hari kemerdekaan kita yang ke delapan dasawarsa ini dengan kontribusi yang nyata mulai dari yang terkecil sampai yang paling besar.
“Jadi warga Cimahi, kami pemerintah Kota Cimahi ingin memastikan bahwa seluruh warga Cimahi masih merasakan di setiap tanggal 17 Agustus itu ada nilai-nilai pengorbanan dan nilai-nilai perjuangan.
“Sehingga kita bisa menjadi bangsa yang merdeka hingga hari ini. Isi dengan kegiatan-kegiatan yang positif, kontribusi nyata,” imbuhnya.
Lebih lanjut, kata Adhitia, bukan hanya bertanya apa yang sudah negara berikan buat kita.
“tapi kita harus bertanya apa yang sudah kita berikan buat negara yang kita cintai,” tandasnya. (Gani Abdul Rahman)





