Cimahi Bangkitkan Warisan Sejarah Jadi Motor Ekonomi dan Edukasi

Teropong Indonesia, KOTA CIMAHI – Bangunan tua dan situs bersejarah di Kota Cimahi kini tak lagi dipandang sebagai jejak masa lalu yang hanya layak dilestarikan. Pemerintah Kota Cimahi tengah menginisiasi transformasi besar, menjadikan warisan budaya sebagai pusat edukasi dan penggerak ekonomi lokal melalui strategi kolaboratif lintas sektor.

Langkah ini menandai pergeseran paradigma dalam pengelolaan aset budaya dari sekadar pelestarian menjadi pemberdayaan. Pemerintah menggandeng komunitas sejarah, akademisi, serta pelaku industri pariwisata untuk menghidupkan kembali nilai-nilai sejarah dalam bentuk yang lebih kontekstual dan produktif.

“Kita ingin situs-situs bersejarah tidak hanya menjadi objek foto atau dokumentasi visual. Mereka harus bertransformasi menjadi ruang belajar publik dan destinasi wisata yang bernilai ekonomi,” ujar Lucky Sugih Mauludin, Kepala Bidang Kebudayaan dan Pariwisata pada Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kota Cimahi, saat ditemui *Teropong Indonesian*, Jumat (8/8).

Beberapa bangunan yang kini masuk daftar prioritas, antara lain situs peninggalan militer, Rumah Potong Hewan, dan kompleks Markas Militer (Masmil). Pemerintah telah membentuk tim pelestarian budaya khusus yang bertugas melakukan identifikasi, dokumentasi, hingga klasifikasi situs-situs bersejarah tersebut.

Namun, Lucky menegaskan bahwa proses pendataan bukan hanya bersifat administratif. “Kami juga mempertimbangkan potensi pemanfaatan ekonominya. Tujuannya agar pelestarian ini bukan sekadar menjaga masa lalu, tapi juga menjawab kebutuhan masa kini,” tambahnya.

Pemerintah Kota Cimahi juga menerapkan mekanisme kajian historis sebelum mengeluarkan izin pembangunan di kawasan yang memiliki indikasi nilai sejarah. Ini dilakukan demi menjaga keseimbangan antara pembangunan fisik dan pelestarian budaya.

Langkah ini tak hanya menyelamatkan jejak sejarah, tapi juga membuka peluang baru di sektor ekonomi kreatif berbasis budaya. Situs-situs yang sebelumnya terbengkalai bisa dihidupkan kembali sebagai ruang pamer edukatif, galeri sejarah, atau bahkan pusat kegiatan kreatif.

“Harapannya, generasi muda bisa belajar sejarah secara kontekstual dan langsung dari lokasinya. Di sisi lain, hal ini bisa menciptakan peluang usaha dan lapangan kerja baru di sektor pariwisata budaya,” tutup Lucky.

Dengan pendekatan inovatif ini, Cimahi tak hanya menjaga sejarahnya tetap hidup, tetapi juga mengubahnya menjadi kekuatan baru untuk pembangunan kota yang berkelanjutan. (Gani Abdul Rahman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *