TEROPONG INDONESIA – Kota Cimahi, dikenal sebagai salah satu pusat garnisun terbesar Hindia Belanda sejak 1886 yang menyimpan pesona wisata sejarah melalui bangunan-bangunan peninggalan kolonial.
Salah satu yang mencuri perhatian adalah rumah tua di pinggir Jalan Raya Cibeureum, yang kini menjadi bagian dari pangkalan perusahaan taksi Blue Bird.
Bangunan ini tidak hanya memikat dengan arsitektur Indis yang khas, tetapi juga mengandung cerita menarik yang kini kembali hidup berkat upaya pelestarian.
Rumah tua yang dikenal sebagai Rumah Gedong Anom ini memiliki ciri arsitektur kolonial dengan pilar-pilar besar, dipadukan dengan elemen gaya Mandarin dan Jawa.
“Luar biasa rumah ini bisa dipertahankan oleh Blue Bird,” kata Anggota Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Cimahi kepada wartawan saat ditemui di Jalan Kartini, Baros, Cimahi Tengah, Rabu 25 Juni 2025.
Pria yang akrab disapa Mac ini juga menyoroti komitmen Blue Bird yang memilih merawat bangunan bersejarah ini ketimbang merobohkannya. Sebab, hal tersebut merupakan sebuah langkah yang jarang dilakukan.
“Dulu rumah ini sempat terbengkalai dengan halaman rimbun penuh pepohonan dan rumput liar, serta lahan pekuburan di belakangnya yang menambah kesan mistis,” katanya.
“Padahal bagi anak-anak generasi 90-an, rumah ini adalah tempat bermain yang penuh kenangan,” tambahnya.
Kini, lanjut Mac, bangunan ini menjadi simbol keberhasilan pelestarian warisan budaya di tengah perkembangan kota.
Sehingga, TACB Kota Cimahi berencana menetapkan minimal tiga bangunan bersejarah setiap tahun sebagai cagar budaya.
“Selain bangunan, benda-benda bersejarah seperti lonceng dan meriam peninggalan Belanda yang banyak ditemukan di pusat-pusat pendidikan militer seperti Pusdikarmed, juga akan didaftarkan,” katanya.
“Kami ingin melestarikan tidak hanya bangunan, tetapi juga benda, struktur, dan situs,” tambahnya.
Kendati dihadapkan pada tantangan minimnya referensi sejarah, namun TACB tetap optimistis bisa melestarikan bangunan bersejarah itu.
“Kebanyakan datanya ada di arsip nasional atau bahkan di Belanda, tapi kami terus mengolah data yang ada untuk kajian sejarah,” tambahnya.
Mac menilai, langkah tersebut menunjukkan semangat untuk menjaga identitas Cimahi sebagai kota dengan kekayaan sejarah yang patut dibanggakan.
“Pelestarian Rumah Gedong Anom oleh Blue Bird menjadi contoh inspiratif bahwa sektor swasta dapat berperan besar dalam menjaga warisan budaya,” katanya.
“Kini, rumah tua ini tidak hanya berdiri sebagai saksi sejarah, tetapi juga sebagai destinasi yang mengundang wisatawan untuk menyelami keindahan arsitektur dan cerita masa lalu Cimahi,” ucapnya. (Gani Abdul Rahman)





