Pewarta : Steven Gervan
Teropong Indonesia – Sumedang-, Proses penyaluran Bantuan Langsung Tunai Sosial (BLTS) Kesra di Kabupaten Sumedang menunjukkan capaian menggembirakan. Berdasarkan data terbaru, tingkat achievement (ACH) penyaluran telah mencapai 94,16 persen. Dengan capaian tertinggi berada di beberapa kecamatan, seperti Rancakalong, Cimanggung, dan Tanjungsari yang rata-rata menembus di atas 95 persen. Data tersebut tampak dalam laporan resmi per kecamatan, termasuk jumlah realisasi, sisa cekpos aktif, hingga tingkat gagal bayar yang relatif kecil.
Di Kabupaten Sumedang, tercatat 67.766 jiwa calon penerima manfaat yang datanya wajib diverifikasi oleh pemerintah desa. Tahap verifikasi ini menjadi langkah penting untuk memastikan bantuan benar-benar diterima warga yang berhak.
Hal itu ditegaskan oleh H. Komar, S.E., M.E., Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Sumedang, saat ditemui Senin (8/12/2025). Menurutnya, data yang terdaftar pada Desil 1 sampai 4 DTSEN sejatinya sudah tepat sasaran.
“Sudah tepat sasaran dan sudah jelas bahwa masyarakat yang terdaftar di Desil 1 sampai 4 itu memang yang berhak. Bukan tidak tepat sasaran, tetapi justru sudah tepat sasaran,” ujar H. Komar.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa persoalan yang muncul bukan pada penetapan desil, tetapi pada kesesuaian kondisi riil warga di lapangan.
“Cuma yang jadi permasalahan itu, yang berada di Desil 1 sampai 4 sesuai atau tidak dengan kondisi yang ada,” tambahnya.
Karena itu, Dinsos meminta seluruh desa dan kelurahan melakukan verifikasi yang benar dan menyeluruh. Data dari Kementerian bersifat dasar, namun pemerintah daerah memerlukan cross check melalui perangkat desa untuk memastikan ketepatan penerima.
Rencana Sanksi Sosial untuk Penerima Tidak Layak
Dinsos Sumedang juga tengah mengkaji penerapan sanksi sosial bagi penerima bantuan yang secara ekonomi dinilai sudah mampu, namun enggan keluar dari kelompok penerima manfaat.
“Daerah lain terbukti lebih efektif menggunakan sanksi sosial. Kalau di tempat lain bisa, kenapa tidak di Kabupaten Sumedang?” tegas H. Komar.
Ia menilai, masih banyak masyarakat yang demotivasi, enggan keluar dari daftar penerima meskipun kondisinya sudah mampu. Dengan adanya sanksi sosial, diharapkan muncul kesadaran dan kedisiplinan, sehingga bantuan lebih tepat sasaran.
Capaian Per Kecamatan: Mayoritas Capai di Atas 90 Persen
Berdasarkan data laporan penyaluran BLTS Kesra melalui Kantor Pos Gelombang 1 dan Gelombang 2, sebagian besar kecamatan di Kabupaten Sumedang mencatatkan capaian tinggi:
- Rancakalong: 96,09%
- Tanjungsari: 95,75%
- Cimanggung: 96,00%
- Cikeruh: 96,52%
- Cimalaka: 94,77%
- Buahdua: 93,38%
- Sumedang Kota: 90,51%
Sementara beberapa kecamatan tercatat masih memiliki sisa cek pos aktif dan kategori gagal bayar, meski jumlahnya relatif kecil.
Dengan capaian keseluruhan 94,16 persen, penyaluran BLTS Kesra di Sumedang dinilai sudah berjalan baik dan tepat sasaran. Pemerintah daerah berharap proses verifikasi desa dapat semakin memperkuat validitas data, sehingga penyaluran bantuan ke depan semakin efektif dan akurat.
Capaian 94,16%: Sumedang Siapkan Sanksi Sosial untuk Penerima Tak Layak





