TEROPONG INDONESIA-, Ketua Bidang Penyelesaian Sengketa Informasi Publik, Komisi Informasi Pusat, Syawaludin, menegaskan, informasi adalah sebuah energi sangat besar yang menjadi kekuatan untuk membangun bangsa dan negara. Hal itu ditegaskannya saat menjadi Juri Utama Duta Keterbukaan Informasi Publik Perguruan Tinggi Negeri (KIP PTN) Nasional 2025 di Universitas Brawijaya, Jumat (5/12/2025).
“Generasi bangsa ini akan menjadi cerdas jika mendapatkan informasi. Untuk itu informasi harus dibuka oleh Badan Publik. Jika mereka cerdas, hal ini akan mendorong KIP di Badan Publik. Informasi adalah sebuah energi sangat besar yang menjadi kekuatan kita membangun bangsa dan negara,” kata Syawaludin.
Dengan digelarnya Duta KIP PTN Nasional 2025, menjadi ajang mengenalkan KIP yang sudah menjadi tren di era terbuka melalui lingkungan kampus. Pada sesi Debat, lanjut dia, para peserta Calon Duta juga bisa diuji untuk menambah pengetahuan dan keterampilan tentang pemahaman KIP.
“Mereka (Calon Duta KIP) mau kritis dan belajar untuk mendorong budaya KIP di kampus masing-masing. Ini sangat membantu menyebarluaskan pemahaman KIP ke masyarakat dalam mengedukasi publik baik saat mahasiswa atau pasca lulus karena lingkungan kampus sebagai masyarakat akademis tidak hanya sebagai praktisi tapi bisa berpikir ilmiah dan kritis tentang KIP,” ungkapnya.
Syawaludin mengapresiasi Pemprov Jawa Timur, Universitas Brawijaya, Universitas Airlangga dan Institu Teknologi Sepuluh Nopember sebagai penyelenggara seleksi Duta KIP PTN Nasional pertama di Indonesia. “Ini perdana dengan segala keterbatasannya sudah luar biasa. Kegiatan serupa semoga dilaksanakan setiap tahun dengan mengevaluasi pelaksanaan dan kepesertaan,” pujinya.
Ia berharap, ke depan tidak hanya PTN tapi bisa Perguruan Tinggi Swasta dan Sekolah Kedinasan agar memberikan manfaat yang lebih luas. Dari 150 PTN yang diundang dalam seleksi Duta KIP PTN Nasional 2025, tercatat 19 PTN yang bergabung dan mengirimkan delegasi mahasiswanya.
“Masih banyak PTN yang belum bergabung. Ini menjadi peluang dan tantangan, bukan hambatan. Kita punya harapan besar, saat ini 19 Universitas yang bergabung bisa menjadi contoh bagi yang lain. Ini sudah berjalan dan harus dievaluasi agar target dan sasaran bisa lebih luas,” tuturnya.
Menurutnya, KI Pusat bisa memberikan imbauan kepada seluruh kampus agar mengikutkan mahasiswanya sebagai peserta. “Hasil tahun ini harus diekspos agar bisa menjadi perhatian nasional. Ini keberhasilan yang harus terus dilanjutkan dan ditingkatkan,” ujarnya.





