Teropong Indonesia, KOTA CIMAHI – Di balik keindahan alam dan sejuknya udara Bandung Utara, tersimpan ancaman yang tak kasat mata Sesar Lembang, retakan panjang di kerak bumi yang membentang lebih dari 29 kilometer dari Padalarang hingga ke daerah Lembang.
Para ahli geologi menyebut sesar ini sebagai “bom waktu” yang setiap saat bisa memicu gempa besar termasuk akan berimbas kepada Kota Cimahi. Aktivitas pergerakan tanah di sepanjang jalur ini terus dipantau, dan hasil penelitian menunjukkan bahwa sesar ini masih aktif dengan potensi gempa hingga magnitudo 6,8 jika energi yang tersimpan dilepaskan sepenuhnya.
Di atas jalur sesar ini berdiri ribuan rumah, sekolah, serta kawasan wisata yang ramai dikunjungi wisatawan. Namun, banyak warga yang belum menyadari bahwa mereka hidup di atas garis rawan bencana.
Dalam Apel Kesiapsiagaan dan Simulasi Prosedur Penanganan Bencana Gempa Bumi yang dilaksanakan, Kamis (30/10/2025). Diharapkan Latihan ini menjadi upaya nyata untuk memperkuat kemampuan masyarakat dalam menghadapi potensi bahaya Sesar Lembang, salah satu jalur sesar aktif yang melintasi wilayah utara Kota Cimahi dan memiliki potensi menimbulkan gempa signifikan kapan pun.

Kegiatan apel dan simulasi ini merupakan bagian dari program Kampung Siaga Bencana (KSB) yang diinisiasi oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia bersama *Pemerintah Kota Cimahi, BPBD, serta lembaga terkait lainnya.
Lewat sinergi antarinstansi tersebut, masyarakat diharapkan semakin tanggap dan memiliki keterampilan yang memadai untuk bertindak cepat, tepat, dan terorganisasi ketika bencana benar-benar terjadi.
Dalam kegiatan apel, para relawan tampak mengenakan seragam lapangan berwarna biru lengkap dengan perlengkapan keselamatan, menunjukkan komitmen dan kesiapan mereka dalam melindungi warga dari ancaman bencana.
Simulasi yang dilakukan menampilkan berbagai skenario penanganan gempa yang menyerupai kondisi nyata, mulai dari proses penyelamatan korban reruntuhan, evakuasi menuju titik aman, hingga koordinasi antar tim darurat di lapangan.
“Kita tinggal di wilayah yang berdekatan dengan Sesar Lembang, yang aktivitasnya terus dipantau oleh para ahli. Karena itu, kesiapsiagaan bukan lagi pilihan, tapi sebuah kewajiban,” tegas Wali Kota Cimahi dalam sambutannya.
“Keselamatan masyarakat adalah tanggung jawab bersama. Melalui latihan ini, kita berupaya mengurangi risiko dan meminimalisir korban saat bencana terjadi,” lanjutnya.
Pemerintah Kota Cimahi bersama BPBD dan Dinas Sosial akan terus memperkuat program edukasi dan pelatihan mitigasi bencana di tingkat masyarakat. “Setiap warga juga diimbau untuk memahami jalur evakuasi, titik kumpul aman, serta cara menyelamatkan diri saat terjadi gempa,” ungkapnya.
Antusiasme peserta menunjukkan meningkatnya kesadaran bahwa ancaman Sesar Lembang bukan sekadar isu, melainkan potensi nyata yang perlu dihadapi dengan kesiapan dan pengetahuan.
Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan sinergi antar instansi dan partisipasi masyarakat terus meningkat, menjadikan Kota Cimahi sebagai kota tangguh bencana yang siap menghadapi potensi gempa bumi dan berbagai ancaman alam lainnya,” pungkas Ngatiyana. (Gani Abdul Rahman)





