TEROPONG INDONESIA – Jaringan restoran ayam rempah Almaz Fried Chicken terus melebarkan sayapnya dengan membuka outlet terbaru di Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Ekspansi ini semakin menegaskan komitmen Almaz Fried Chicken dalam mengembangkan bisnis kuliner yang tak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga berbagi berkah melalui kegiatan sosial.
Dengan mengusung slogan “Ayam Goreng Saudi No. 1 di Indonesia”, Almaz Fried Chicken kini memiliki 28 outlet yang terkonsolidasi di bawah URS Management. Dalam kurun waktu satu tahun lebih, restoran ini telah berhasil membuka 153 outlet, menunjukkan pertumbuhan bisnis yang pesat.
Direktur Utama PT URS Management, Abdul Azis, menjelaskan bahwa Almaz Fried Chicken menawarkan dua pilihan kemitraan yang menarik bagi para investor.
“Mitra mandiri itu investornya tunggal. Namun, kami hadir dengan konsolidasi patungan, dengan investasi per lot sebesar Rp250 juta,” ujarnya saat ditemui di acara pembukaan outlet baru di Padalarang, Kamis (9/10/2025).
Keunggulan Almaz Fried Chicken terletak pada cita rasa khas ayam rempah ala Timur Tengah yang berbeda dengan ayam goreng lainnya. “Kalau yang lain kan ayam goreng biasa, tapi kami hadir dengan cita rasa khas ayam rempah ala Timur Tengah,” jelas Azis.
Target pasar Almaz Fried Chicken adalah umat Muslim yang sering bepergian ke Tanah Suci dan merindukan cita rasa Albaik Makkah. Dari segi harga, restoran ini membidik segmen menengah, sehingga dapat dinikmati oleh berbagai kalangan.
Berbagi Berkah untuk Palestina dan Dakwah
Selain berorientasi pada bisnis, Almaz Fried Chicken juga memiliki komitmen sosial yang kuat. “Kami mengalirkan 5 persen dari profit untuk Palestina dan 5 persen untuk kegiatan dakwah,” ungkap Azis.
Hal ini menunjukkan bahwa Almaz Fried Chicken tidak hanya fokus pada keuntungan semata, tetapi juga peduli terhadap isu-isu kemanusiaan dan keagamaan.
Terkait penyerapan tenaga kerja, Azis menjelaskan bahwa hal tersebut menjadi wewenang PT Abuya dan Dir. Operasional Almaz Fried Chicken, Wawan Ibra yang mengurusi operasional atau holdingnya. “Untuk URS Management sendiri berperan sebagai agregator kemitraan,” imbuhnya.
Investasi Patungan, Risiko Lebih Kecil
Azis menambahkan bahwa kemitraan patungan bertujuan untuk mendistribusikan risiko, dimana satu outlet dikelola oleh 12 orang. “Kalau sendiri, risiko besar dan butuh modal sebesar Rp3 miliar. Dengan patungan, risiko lebih kecil karena investasi per lot hanya Rp250 juta,” jelasnya.
Menu utama Almaz Fried Chicken adalah ayam dan nasi kebuli. Restoran ini tidak menawarkan promo khusus saat grand opening, tetapi memiliki program bantuan untuk warga sekitar berupa setengah ton beras dan 100 paket makanan. Hal ini menjadi bukti nyata komitmen Almaz Fried Chicken dalam berbagi berkah dengan masyarakat sekitar.***





