Wakil Wali Kota Sukabumi Paparkan Capaian Penurunan Stunting di Ajang Penilaian Kinerja se-Jawa Barat

Teropong Indonesia, KOTA SUKABUMI – Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, memaparkan capaian, inovasi, serta strategi percepatan penurunan stunting di Kota Sukabumi dalam kegiatan Penilaian Kinerja Pelaksanaan 8 Aksi Konvergensi Penurunan Stunting Kabupaten/Kota se-Jawa Barat.

Dalam paparannya, Bobby menyampaikan bahwa tren prevalensi stunting di Kota Sukabumi sempat mengalami peningkatan pada periode 2021–2023.

Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), angka stunting bahkan naik dari 7,7 persen pada 2021 menjadi 26,9 persen pada 2023. Namun, pada 2024 Pemkot berhasil menekan angkanya menjadi 19,7 persen. Atas capaian ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan apresiasi kepada Kota Sukabumi.

“Pencapaian ini menjadi cambuk bagi kami untuk terus memperkuat langkah penanganan stunting berbasis data yang akurat, terintegrasi, dan tepat sasaran,” ungkap Bobby.

Sebagai upaya konkret, Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Sukabumi telah menetapkan 15 kelurahan sebagai lokus prioritas intervensi. Bahkan, kata Bobby, capaian penurunan sejauh ini sudah melampaui target, sehingga Pemkot Sukabumi berencana merevisi target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029 dengan harapan angka prevalensi stunting dapat ditekan hingga 15 persen lebih cepat.

Menanggapi Surat Edaran Gubernur Jawa Barat terkait penanganan stunting, Bobby juga merinci sejumlah langkah yang tengah dilakukan Pemkot Sukabumi, di antaranya:

1. Pemberian Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berupa telur kepada ibu hamil dengan kondisi Kekurangan Energi Kronis (KEK), melalui dukungan anggaran PMT lokal.

2. Pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) kepada 282 ibu hamil KEK, 325 ibu bersalin berisiko, dan 1.368 calon pengantin, yang seluruhnya terpenuhi dari stok TTD di Dinas Kesehatan.

3. Pengajuan anggaran PMT berupa telur untuk 325 ibu bersalin berisiko pada periode September–Desember 2025 yang saat ini sedang diproses di Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Sukabumi. (rifal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *