Teropong Indonesia, KOTA SUKABUMI – Ratusan penonton memadati area GOR untuk menyaksikan gelaran Sukabumi Nyerenteng, ajang tahunan yang memadukan semangat sportivitas dan keberagaman seni bela diri dalam satu panggung megah. Antusiasme para pendukung menjadi energi tersendiri bagi para peserta yang bertanding dengan penuh semangat. acara yang di gelar di gor merdeka, (12/7/25).
Memasuki tahun kedua pelaksanaannya, Sukabumi Nyerenteng sukses mempertemukan berbagai cabang olahraga bela diri (combat sport) seperti kick boxing, MMA, muaythai, dan tinju dalam satu arena pertandingan yang kompetitif sekaligus meriah.
“Sukabumi Nyerenteng ini bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan ruang kolaborasi antar-cabang olahraga bela diri. Kami ingin semua berkembang bersama tanpa ego sektoral,” ujar Ketua Panitia Sukabumi Nyerenteng, Anggi Sendrayogi, kepada wartawan.
Tahun ini, sebanyak 202 peserta turut ambil bagian. Dari jumlah tersebut, 104 bertanding di kategori amatir, sementara 18 atlet berlaga di partai utama (main event). Mayoritas peserta berasal dari Sukabumi, selaras dengan misi utama penyelenggaraan: menggali dan memajukan potensi lokal.
“Sejak awal, kami memang ingin mendorong kemajuan combat sport di Sukabumi. Kehadiran peserta dari luar daerah juga penting, terutama untuk mengisi slot pertandingan yang belum memiliki lawan,” tambah Anggi.
Meski tahun ini Sukabumi Nyerenteng tidak masuk dalam rangkaian HUT Bhayangkara seperti sebelumnya karena kendala anggaran, semangat penyelenggaraan tidak surut. Ajang ini kini telah ditetapkan sebagai agenda tahunan, sekaligus menjadi wadah pencarian bibit atlet berbakat, terutama menjelang Kompetisi Olahraga Daerah (KORDA).
“Kalau dilihat dari segi teknik, 70 persen peserta sebenarnya sudah cukup mumpuni. Yang mereka butuhkan hanyalah peningkatan manajemen stamina dan pernapasan. Banyak dari mereka bukan atlet profesional, melainkan pecinta bela diri yang ingin menguji kemampuan,” jelasnya.
Anggi juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kota Sukabumi yang terus hadir dan suportif dalam perkembangan combat sport di daerah.
“Kami juga merupakan bagian dari pengurus cabang olahraga MMA dan kick boxing di Sukabumi. Jadi ada sinergi yang kuat. Harapannya, ini bisa menjadi gerakan bersama, bukan hanya event musiman,” ujarnya.
Dengan semangat inklusif, kolaborasi lintas cabang, dan dukungan komunitas lokal, Sukabumi Nyerenteng bukan sekadar ajang pertandingan. Ia merupakan cerminan energi dari sebuah kota kecil yang tengah menata langkah besar menuju panggung olahraga bela diri tingkat nasional. (rifal)





