TEROPONG INDONESIA, KOTA SUKABUMI – Dukungan demi dukungan terus mengalir kepada pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi No Urut 2, Ayep Zaki – Bobby Maulana, kali ini dukungan untuk memenangkan pasangan yang mengusung tagline “Ayeuna” di Pilkada Kota Sukabumi 2024 tersebut, datang dari komunitas pengemudi taksi online.
Dukungan yang diberikan para pengemudi taksi online itu disambut hangat Ayep Zaki yang ditindaklanjuti dengan melakukan silaturahmi di Like Earth Coffee, Jln. R. Samsudin, SH, Rabu (02/10/2024).
Seperti yang dilakukan dalam pertemuan – pertemuan sebelumnya dengan berbagai elemen masyarakat, dalam kesempatan tersebut calon Walikota Sukabumi berlatar belakang pengusaha ini, juga terbuka menerima aspirasi, saran dan masukan yang disampaikan masyarakat kepadanya untuk kemudian ditampung dan dijadikan bahan pertimbangan masuk dalam program kerja jika dirinya diberikan amanah untuk memimpin Kota Sukabumi 5 Tahun kedepan.
Dikesempatan tersebut, para pengemudi taksi online meminta agar sebagai Walikota Sukabumi, kelak Ayep bisa membantu memfasilitasi penyesuaian tarif taksi online, dengan nilai minimal Rp.20.000 per satu KM perjalanan, pasalnya, dengan tarif yang diberlakukan saat ini, kerap memicu terjadinya bentrokan dengan para pengemudi angkutan kota, seperti yang terjadi belum lama ini.
Menanggapi hal tersebut, Ayep menyatakan kesiapan untuk membicarakannya dengan pihak – pihak terkait.
“Kita ingin Kota Sukabumi ini menjadi kota yang sangat diminati oleh para pendatang atau wisatawan, untuk itu, berbagai bentuk layanan publik, termasuk dalam sektor angkutan umum, harus diberikan dengan baik,” ucap Ayep.
Menurutnya hal tersebut penting dilakukan, sebagai upaya menarik Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor pelayanan dan jasa, mengingat Kota Sukabumi tidak memiliki sumber daya alam yang bisa diandalkan sebagai sumber pendapatan asli daerah.
“Kita harus mengoptimalkan sektor pelayanan dan jasa untuk meningkatkan perolehan PAD, salah satunya melalui jasa angkutan yang refresentatif, aman dan nyaman, karena Kota Sukabumi tidak memiliki sumber daya alam unggulan untuk menjadi sumber pendapatan,” tandasnya (Rifal)





